Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Gaya Hidup, Kuliner & Tren » Cegah Stunting Sejak Dini, TP-PKK Kaltara Salurkan Bantuan Gizi Strategis di Malinau

Cegah Stunting Sejak Dini, TP-PKK Kaltara Salurkan Bantuan Gizi Strategis di Malinau

  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALINAU | BORNEO TERKINI – Komitmen kuat dalam menekan angka prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Pencegahan gagal tumbuh pada anak dinilai tidak cukup hanya ditangani setelah anak dilahirkan, melainkan wajib dimulai jauh sebelumnya, yakni sejak seorang ibu memasuki masa kehamilan.

Pesan penting tersebut mengemuka ketika Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, hadir secara langsung untuk menyerahkan paket bantuan gizi bagi ibu hamil dan ibu melahirkan. Kegiatan sosial yang sarat makna ini dipusatkan di Gedung Sekretariat TP-PKK Kabupaten Malinau, Selasa (28/7).

Dalam arahannya di hadapan para pengurus PKK, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat, Rahmawati menekankan bahwa pemenuhan asupan nutrisi yang adekuat bagi kaum ibu merupakan bentuk investasi jangka panjang yang sangat krusial. Langkah ini diyakini menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kompetitif, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang pencegahan stunting sebagai tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama.

“Melalui penyaluran bantuan gizi ini, kami sangat berharap kebutuhan nutrisi esensial bagi ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan dapat tercukupi dengan baik, sehingga derajat kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga secara optimal,” ujar Rahmawati penuh optimisme.

Lebih lanjut, istri orang nomor satu di Kaltara ini memberikan apresiasi tinggi kepada para kader PKK dan petugas Posyandu di akar rumput. Menurutnya, mereka memiliki posisi dan peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung secara emosional maupun fungsional dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui agenda pendampingan yang intensif dan rutin, para kader di lini depan ini diharapkan mampu menjalankan fungsi edukasi secara masif. Edukasi tersebut mencakup pemahaman mendalam kepada setiap keluarga mengenai pentingnya penerapan prinsip gizi seimbang, penerapan pola asuh anak yang benar dan suportif, serta langkah-langkah preventif untuk menangkal stunting sejak dini.

Pada kesempatan yang sama, Rahmawati juga memberikan edukasi korektif kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam stigma keliru di tengah masyarakat. Ia mengingatkan warga agar tidak serta-merta menghakimi atau menyimpulkan bahwa setiap anak yang memiliki postur tubuh pendek pasti mengalami stunting.

“Kondisi tubuh pendek belum tentu stunting, karena hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan dari orang tuanya. Oleh sebab itu, pemahaman yang objektif dan benar sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah keluarga,” jelasnya.

Menutup rangkaian arahannya, Rahmawati menegaskan bahwa penanggulangan masalah stunting tidak akan pernah efektif jika hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Diperlukan orkestrasi kebijakan dan aksi kolaboratif lintas perangkat daerah yang terintegrasi dengan baik. Aspek pendukung lain seperti penyediaan sanitasi yang layak, jaminan akses terhadap air bersih, peningkatan kualitas pendidikan, penyediaan rumah yang layak huni, hingga sinergi antardinas terkait memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

“Penanganan stunting bukan sekadar urusan medis atau tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. Kita wajib bergandengan tangan dan bekerja secara sinergis bersama Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, serta seluruh perangkat daerah terkait lainnya,” pungkas Rahmawati.

Melalui momentum penyerahan bantuan gizi ini, TP-PKK Kaltara menaruh harapan besar agar tingkat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya gizi masa kehamilan semakin meningkat tajam. Dengan demikian, cita-cita besar untuk mewujudkan generasi Kaltara yang sehat, berkualitas tinggi, dan bebas stunting dapat direalisasikan secara nyata.

  • Penulis: (/rfy/ dkisp- ADV/)
  • Editor: (/red/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • DPRD Bulungan Apresiasi Pelestarian Seni Budaya Tradisional di Pulau Bunyu

    DPRD Bulungan Apresiasi Pelestarian Seni Budaya Tradisional di Pulau Bunyu

    • 0Komentar

    KALTARA | BORNEO TERKINI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, H. Riyanto, menghadiri pagelaran seni budaya Reog Wono Budoyo di Pulau Bunyu. Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan nyata legislatif terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Acara yang berlangsung meriah tersebut disaksikan oleh ratusan warga yang memadati lokasi […]

  • Gubernur Kaltara: Dukung Pembangunan dan Kerukunan

    Gubernur Kaltara: Dukung Pembangunan dan Kerukunan

    • 0Komentar

    MAKASSAR. Borneoterkini.co.id – Menjaga stabilitas ekonomi dan kerukunan antar etnis sangat penting karena keduanya saling terkait untuk menciptakan masyarakat yang kuat dan harmonis. Stabilitas ekonomi memungkinkan pembangunan dan kesejahteraan. Hal demikian diutarakan Gubernur Kaltara, H. Zainal A. Paliwang di saat menghadiri pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) KKSS Tahun 2025 di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Jumat […]

  • Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah Kaltara Dukung Penuh

    Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah Kaltara Dukung Penuh

    • 0Komentar

    JAKARTA | BORNEO TERKINI – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah di seluruh Indonesia melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025. Peresmian dilakukan secara daring pada Selasa (23/6), dengan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo […]

  • Cari Solusi, DPRD Kaltara Bahas Jaminan Kesehatan Pekerja Non-Upah

    Cari Solusi, DPRD Kaltara Bahas Jaminan Kesehatan Pekerja Non-Upah

    • 0Komentar

    TARAKAN | BORNEO TERKINI – Upaya menjaga keberlanjutan jaminan kesehatan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) menjadi pembahasan utama dalam Rapat Dengar Pendapat yang diselenggarakan Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pertemuan berlangsung di Hotel Royal Tarakan pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, dihadirkan perwakilan pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan Cabang Tarakan guna mencari […]

  • Kemenko PMK Tinjau Program PHTC di RSUD Akmad Berahim Tana Tidung

    Kemenko PMK Tinjau Program PHTC di RSUD Akmad Berahim Tana Tidung

    • 0Komentar

    KTT | BORNEO TERKINI – Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, melakukan Rapat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di RSUD Akmad Berahim, Kabupaten Tana Tidung, Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ball Room RSUD setempat ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan […]

  • DPRD Kaltara Respon Keluhan Warga Krayan Terkait Akses Jalan

    DPRD Kaltara Respon Keluhan Warga Krayan Terkait Akses Jalan

    • 0Komentar

    KALTARA | BORNEO TERKINI – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan kembali menjadi sorotan DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pada Selasa (14/7/26), legislatif menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, guna mencari solusi atas kondisi ruas jalan Lembudud–Long Layu–Binuang. Wakil Ketua II DPRD Kaltara, H. Muddain, menegaskan pembangunan jalan di wilayah […]

expand_less