Cegah Stunting Sejak Dini, TP-PKK Kaltara Salurkan Bantuan Gizi Strategis di Malinau
- calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP-PKK Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, saat menyalurkan bantuan gizi bagi ibu hamil dan melahirkan di Gedung Sekretariat TP-PKK Malinau, Selasa (28/7). (BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALINAU | BORNEO TERKINI – Komitmen kuat dalam menekan angka prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Pencegahan gagal tumbuh pada anak dinilai tidak cukup hanya ditangani setelah anak dilahirkan, melainkan wajib dimulai jauh sebelumnya, yakni sejak seorang ibu memasuki masa kehamilan.
Pesan penting tersebut mengemuka ketika Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, hadir secara langsung untuk menyerahkan paket bantuan gizi bagi ibu hamil dan ibu melahirkan. Kegiatan sosial yang sarat makna ini dipusatkan di Gedung Sekretariat TP-PKK Kabupaten Malinau, Selasa (28/7).
Dalam arahannya di hadapan para pengurus PKK, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat, Rahmawati menekankan bahwa pemenuhan asupan nutrisi yang adekuat bagi kaum ibu merupakan bentuk investasi jangka panjang yang sangat krusial. Langkah ini diyakini menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kompetitif, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa depan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang pencegahan stunting sebagai tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama.
“Melalui penyaluran bantuan gizi ini, kami sangat berharap kebutuhan nutrisi esensial bagi ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan dapat tercukupi dengan baik, sehingga derajat kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga secara optimal,” ujar Rahmawati penuh optimisme.
Lebih lanjut, istri orang nomor satu di Kaltara ini memberikan apresiasi tinggi kepada para kader PKK dan petugas Posyandu di akar rumput. Menurutnya, mereka memiliki posisi dan peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung secara emosional maupun fungsional dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Melalui agenda pendampingan yang intensif dan rutin, para kader di lini depan ini diharapkan mampu menjalankan fungsi edukasi secara masif. Edukasi tersebut mencakup pemahaman mendalam kepada setiap keluarga mengenai pentingnya penerapan prinsip gizi seimbang, penerapan pola asuh anak yang benar dan suportif, serta langkah-langkah preventif untuk menangkal stunting sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, Rahmawati juga memberikan edukasi korektif kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam stigma keliru di tengah masyarakat. Ia mengingatkan warga agar tidak serta-merta menghakimi atau menyimpulkan bahwa setiap anak yang memiliki postur tubuh pendek pasti mengalami stunting.
“Kondisi tubuh pendek belum tentu stunting, karena hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan dari orang tuanya. Oleh sebab itu, pemahaman yang objektif dan benar sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah keluarga,” jelasnya.
Menutup rangkaian arahannya, Rahmawati menegaskan bahwa penanggulangan masalah stunting tidak akan pernah efektif jika hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Diperlukan orkestrasi kebijakan dan aksi kolaboratif lintas perangkat daerah yang terintegrasi dengan baik. Aspek pendukung lain seperti penyediaan sanitasi yang layak, jaminan akses terhadap air bersih, peningkatan kualitas pendidikan, penyediaan rumah yang layak huni, hingga sinergi antardinas terkait memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
“Penanganan stunting bukan sekadar urusan medis atau tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. Kita wajib bergandengan tangan dan bekerja secara sinergis bersama Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, serta seluruh perangkat daerah terkait lainnya,” pungkas Rahmawati.
Melalui momentum penyerahan bantuan gizi ini, TP-PKK Kaltara menaruh harapan besar agar tingkat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya gizi masa kehamilan semakin meningkat tajam. Dengan demikian, cita-cita besar untuk mewujudkan generasi Kaltara yang sehat, berkualitas tinggi, dan bebas stunting dapat direalisasikan secara nyata.
- Penulis: (/rfy/ dkisp- ADV/)
- Editor: (/red/)








Saat ini belum ada komentar