Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Kab & Prov » Ritel Modern Menjamur, Keberadaan Pasar Tradisional kian Terkikis

Ritel Modern Menjamur, Keberadaan Pasar Tradisional kian Terkikis

  • account_circle (/red */)
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTARA. Borneoterkini.co.id – Sejauh ini makin banyak toko ritel modern tepatnya di Kota Tanjung Selor, Bulungan. Meski berdampak positif terciptanya lapangan pekerjaan, namun ada imbas lain yang mempengaruhi penurunan perekonomian masyarakat, pengusaha usaha mikro atau toko tradisional.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Riyanto, menilai dampak negatif atau imbas lain yang mempengaruhi penurunan perekonomian masyarakat pengusaha usaha mikro atau toko tradisional perlu penanganan cepat. Sebelum ritel modern benar-benar mengakibatkan toko tradisional di Bulungan gulung tikar.

“Memang kalau kita lihat toko ritel modern dioperasikan melalui manajemen perusahaan yang lebih rapi, daripada pedagang kelontongan,” ujar Riyanto, Kemarin lalu.

Meski demikian, toko tradisional sudah menjadi penopang perekonomian masyarakat ke bawah dan dibangun sudah sejak puluhan tahun lalu.

Politisi Partai Golkar, Riyanto berharap ada regulasi yang mengatur tentang pembatasan jumlah toko modern jam operasional dan melalui kebijakan ini bisa mencegah pengaruh khawatiran akan melumpuhnya ekonomi masyarakat di topang dari toko biasa.

“Jangan sampai terkesan ada pembiaran. Kasihan masyarakat kita yang membuka warung-warung kecil. Kalaupun pun bisa, ada batasan ataupun dibatasi jam operasionalnya, jadi tetap bisa menghidupkan toko kecil, pungkasnya.

  • Penulis: (/red */)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi Pks Sepakati Dua Raperda Menjadi Perda, Dorong Sosialisasi Masif Dan Terstruktur Ke Masyarakat

    Fraksi PKS Sepakati Dua Raperda Menjadi Perda, Dorong Sosialisasi Masif dan Terstruktur ke Masyarakat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle (/red */)
    • visibility 396
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara konsisten menyetujui rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). Dua Ranperda tersebut adalah Ranperda APBD tahun anggaran 2026, dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara persetujuan Ranperda […]

  • Lomba Perahu Panjang Sukses Digelar

    Lomba Perahu Panjang Sukses Digelar

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle (/red */)
    • visibility 326
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Lomba perahu panjang sukses digelar diikuti sebanyak 20 tim peserta dari berbagai kampung dan komunitas yang ada di Berau. Pemenang kegiatan ini memperoleh uang pembinaan dan piala bergilir. Peserta yang berpartisipasi juga telah mendapat asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas turut menyampaikan apresiasi. Menurutnya, perahu panjang ataupun perahu naga sejatinya […]

  • Kondisi Jln Sotek Bongan Sepanjang 105 Km Sebagian Masih Agregat Dan Tanah

    Kondisi Jln Sotek Bongan Sepanjang 105 KM Sebagian Masih Agregat dan Tanah

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle (/sk/hms/)
    • visibility 551
    • 1Komentar

    KUBAR. Borneoterkini.co.id – Pemerintah Provinsi Kaltim akhirnya sukses menembuskan kembali jalur Sotek (Penajam Paser Utara/PPU) – Bongan (Kutai Barat/Kubar). Kondisi jalan sepanjang 105 km itu saat ini masih dalam kondisi sebagian agregat dan tanah. Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) sangat senang jalur ini bisa dilalui kembali setelah bertahun-tahun rimbun menjadi hutan belukar. “Hari […]

  • Dana Bumk Dan Fee Kayu Menyeret Nama Kepala Kampung Pilanjau Berau

    Dana BUMK dan Fee Kayu Menyeret Nama Kepala Kampung Pilanjau Berau

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle (/*/red/)
    • visibility 223
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id –  Dugaan pelanggaran pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Pilanjau serta bagi hasil kompensasi kayu dari perusahaan PT Hamparan Hutan Hijau Mas menyeret nama Kepala Kampung Pilanjau dan kini telah dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau kepada Inspektorat Berau untuk diperiksa lebih lanjut. Dikatakan Kepala Seksi Intelijen Kejari Berau, Imam Ramdhoni, pemeriksaan oleh […]

  • Pemetaaan Kompetensi Manajerial Dan Sosiokultural Di Kaltim

    Pemetaaan Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural di Kaltim

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle (/red */) mar/her/
    • visibility 323
    • 0Komentar

    SAMARINDA. Borneoterkini.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, secara resmi membuka kegiatan Pemetaaan Kompetensi Manajerial dan Sosiokultural (Profiling ASN) yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kaltim. Pembukaan turut dihadiri Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Deny Sutrisno, Plt Kepala BKD Kaltim Yuli Fitriyanti, serta Analis SDM Aparatur Madya BKN RI, Adhitya Waradilaga. Kegiatan yang […]

  • Jalankan Bisnis Busuk, Batu Bara Ilegal Rugikan Negara Rp 5,7 Triliun Mh Dan As Jadi Tersangka

    Jalankan Bisnis Busuk, Batu Bara Ilegal Rugikan Negara Rp 5,7 Triliun MH dan AS jadi Tersangka

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle (/red */)
    • visibility 725
    • 0Komentar

    Balikpapan. Borneoterkini.co.id –  Dittipidter Bareskrim Polri bersama Polda Kalimantan Timur menetapkan dua tersangka berinisial MH dan AS dalam kasus tambang batu bara ilegal, di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Aksi penambangan batu bara ilegal diperkirakan merugikan negara sebesar Rp5,7 triliun. Brigjen Pol Moh. Irhamni, menjelaskan, pada 22 Oktober […]

expand_less