Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemerintah Tegaskan Tata Kelola AI Harus Human-Centric, Dewan Pers Bekali Jurnalis dengan Panduan Etika Penggunaannya

Pemerintah Tegaskan Tata Kelola AI Harus Human-Centric, Dewan Pers Bekali Jurnalis dengan Panduan Etika Penggunaannya

  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 560
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA. Borneoterkini.co.id – Pemerintah menegaskan pentingnya tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang berorientasi pada manusia (human-centric) untuk memitigasi risiko penggunaan teknologi ini, termasuk dalam industri media. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital, Wijaya Kusumawardhana.

Menurut Wijaya, AI memiliki potensi besar sekaligus risiko tinggi, sehingga penggunaannya harus dikendalikan dalam kerangka kebijakan yang mengutamakan peran manusia.

“AI bukan subjek utama. Manusia harus tetap menjadi subjek dan objek utama dalam tata kelola teknologi ini,” kata Wijaya dalam panel diskusi pada rangkaian Indonesia Digital Conference 2025 yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) yang bertema Sovereign AI Menuju Kemandirian Digital di The Hub Sinarmas Land, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan, kerangka human-centric harus mengacu pada prinsip trustworthy AI atau AI yang dapat dipercaya, dengan nilai-nilai bermartabat, berkeadilan, inklusif, dan transparan. Pemerintah, lanjutnya, tidak memandang AI semata untuk kepentingan komersial, melainkan sebagai alat yang perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan manipulasi dan penyalahgunaan seperti deepfake atau disinformasi visual.

Dalam konteks hukum, Wijaya menekankan bahwa AI wajib tunduk pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“AI tidak boleh menggunakan data pribadi tanpa izin, baik data umum seperti NIK dan nama, maupun data khusus seperti biometrik atau rekam medis,” ujarnya.

Pemerintah juga mewaspadai praktik entitas bisnis yang bertindak seolah pengendali data dengan meminta publik menyerahkan data biometrik untuk kepentingan komersial. Pelanggaran atas ketentuan ini dikenai sanksi tegas.

Lebih lanjut, Wijaya menyampaikan bahwa mitigasi risiko AI juga mencakup aspek etika, sistem yang tangguh, serta audit terhadap algoritma yang digunakan. Ia menyoroti pentingnya konsep explainable AI, yaitu transparansi dalam menjelaskan kerangka dan logika yang digunakan oleh sistem kecerdasan buatan.

“Sebelum digunakan, AI harus dilatih dengan data yang lengkap, baik itu positif, negatif, dan netral, serta diaudit dalam pelaksanaannya,” katanya.

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap AI agar media dapat memanfaatkannya secara tepat tanpa kehilangan integritas jurnalistik.

  • Penulis: (/yan/AMSI/)
  • Editor: Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Anniversary Ke-16 Pernikahan, Dina Luncurkan Produk Kecantikan Dinamisel Glow

    Anniversary Ke-16 Pernikahan, Dina Luncurkan Produk Kecantikan Dinamisel Glow

    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Dina Marliana bersama suaminya, Hengky Frans, merayakan ulang tahun pernikahan ke-16 sekaligus meluncurkan produk kecantikan terbaru bernama Dinamisel Glow. Acara perayaan dan peluncuran produk ini digelar di Ballroom The Zuri Hotel, Jalan Radial, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, pada Sabtu (16/5/2026). Perhelatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri keluarga, kerabat, mitra […]

  • Film Tanjak Gondrong Dukung Inklusivitas Difabel

    Film Tanjak Gondrong Dukung Inklusivitas Difabel

    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Pemutaran perdana film Tanjak Gondrong di Palembang Indah Mall pada Sabtu (12/9/2026) digelar sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan kesetaraan dan inklusivitas penyandang disabilitas di Indonesia. Acara ini dihadiri 268 peserta, termasuk 11 komunitas difabel dan sejumlah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Palembang. Sekretaris Bapenda Provinsi Sumatera Selatan, Derga Karenza, […]

  • Seleksi Paskibraka HUT ke-81 RI Mulai Digelar, 146 Peserta Lolos Administrasi

    Seleksi Paskibraka HUT ke-81 RI Mulai Digelar, 146 Peserta Lolos Administrasi

    • 0Komentar

    OGAN ILIR | BORNEO TERKINI – Proses penjaringan calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Ogan Ilir resmi memasuki tahapan awal. Dari ribuan pendaftar, sebanyak 146 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten […]

  • DPRD Bulungan Apresiasi Pelestarian Seni Budaya Tradisional di Pulau Bunyu

    DPRD Bulungan Apresiasi Pelestarian Seni Budaya Tradisional di Pulau Bunyu

    • 0Komentar

    KALTARA | BORNEO TERKINI – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, H. Riyanto, menghadiri pagelaran seni budaya Reog Wono Budoyo di Pulau Bunyu. Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan nyata legislatif terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Acara yang berlangsung meriah tersebut disaksikan oleh ratusan warga yang memadati lokasi […]

  • FPKD Rumuskan Cara Hemat Anggaran Tanpa Hambat Pembangunan

    FPKD Rumuskan Cara Hemat Anggaran Tanpa Hambat Pembangunan

    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Pertemuan tahunan Forum Perencanaan dan Keuangan Daerah (FPKD) berlangsung di kawasan tepi sungai Palembang pada Kamis (18 Juni 2026). Kegiatan ini mempertemukan perwakilan pemerintah dari kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk membahas pengelolaan dana daerah di tengah kebijakan penghematan anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat. Dengan mengusung tema “Menghadapi Efisiensi […]

  • Disporapar Matangkan Konsep Kawasan Olahraga Multifungsi jadi Pusat Sport Tourism

    Disporapar Mematangkan Konsep Kawasan Olahraga Multifungsi untuk Mendorong Sport Tourism

    • 0Komentar

    BALIKPAPAN. Borneoterkini.co.id –  Pengembangan Kawasan Olahraga Terpadu (KOT) di Balikpapan terus dimatangkan sebagai pusat kegiatan olahraga, seni, dan pariwisata berbasis sport tourism. Kawasan yang dirancang menjadi ruang publik multifungsi yang mendukung pembinaan atlet hingga aktivitas masyarakat. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma,, mengatakan pemanfaatan kawasan olahraga terpadu sudah berjalan meski […]

expand_less