Banggar DPRD Bulungan Bahas KUA-PPAS APBD Perubahan 2026 dan 2027
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 83
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bulungan, Riyanto. (BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULUNGAN | BORNO TERKINI – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bulungan menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), membahas Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026 serta KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, di Tanjung Selor, belum lama ini.
Rapat ini merupakan tahapan strategis dalam proses penyusunan anggaran daerah. Fokus utamanya adalah menyelaraskan rencana program, kegiatan, dan alokasi anggaran dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah, sekaligus memastikan setiap program benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Bulungan.
“Ini menjadi tahapan yang harus dilalui sebelum menentukan kebijakan daerah. Kita harus terlebih dahulu menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah,” ujar Riyanto.
Dalam pertemuan tersebut, Banggar DPRD dan TAPD melakukan sinkronisasi menyeluruh terhadap rencana kerja yang akan menjadi dasar penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027. Selain membahas penyesuaian anggaran tahun berjalan, rapat juga menetapkan kerangka awal penyusunan anggaran tahun depan.
Riyanto berharap sinergi antara legislatif dan eksekutif menghasilkan perencanaan yang lebih berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Sinergi antara DPRD Bulungan dan Pemerintah Kabupaten Bulungan diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas, serta mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tambah politisi Partai Golkar itu.
Hasil pembahasan ini akan menjadi landasan utama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Bulungan yang terarah, efektif, dan sesuai dengan prioritas kebutuhan daerah.
- Penulis: Redaktur







Saat ini belum ada komentar