Awal Ramadan 2026 Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah dan BRIN
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 73
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi: Penentuan Awal Ramadan 1447 H 2026. BORNEO TERKINI/Foto * red
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NASIONAL. Borneoterkini.co.id – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi awal puasa Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada dua tanggal berbeda, yakni 18 atau 19 Februari 2026.
Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan sumber perbedaan pada penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global, bukan lagi perbedaan data astronomi.
“Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena perbedaan data astronomi, tetapi karena kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global,” kata Thomas, di jumpa Pers, Jumat (6/2/2026).
Mayoritas organisasi kemasyarakatan Islam serta pemerintah Indonesia masih menggunakan pendekatan hilal lokal, yakni mensyaratkan keterlihatan hilal di wilayah Indonesia. Pada saat magrib 17 Februari, posisi bulan masih berada di bawah ufuk. Dengan pendekatan hilal lokal, maka 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026.
- Penulis: (/* red/)



Saat ini belum ada komentar