Awal Ramadan 2026 Versi NU, Muhammadiyah, Pemerintah dan BRIN
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi: Penentuan Awal Ramadan 1447 H 2026. BORNEO TERKINI/Foto * red
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Hasilnya berbeda jika menggunakan konsep hilal global, yang menetapkan awal bulan apabila hilal telah memenuhi kriteria di wilayah mana pun di dunia, serta konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru,” tambah Thomas.
Kriteria global, hilal pada 17 Februari sudah memenuhi syarat di Alaska. Karena itu, awal Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari 2026.
Pemerintah Tunggu Sidang Isbat pada penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap menunggu keputusan Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Kemenag dijadwalkan menggelar rukyatul hilal dan sidang isbat pada 17 Februari 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, posisi hilal saat matahari terbenam pada tanggal tersebut masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia, dengan ketinggian berkisar antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.
“Kondisi itu membuat hilal diperkirakan belum dapat dirukyat. Jika merujuk kriteria ini, awal Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.” ungkapnya.
Indonesia mengacu pada kriteria imkanur rukyat MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada 18 Februari 2026, BMKG mencatat posisi hilal telah berada di atas horizon dengan ketinggian antara 7,62 hingga 10,03 derajat, serta elongasi di atas 10 derajat, yang secara teori memenuhi syarat visibilitas.
Sementara itu Muhammadiyah menetapkan 18 Februari. Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan. Melalui maklumat resmi, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan secara internal.
Disamping hal tersebut, NU Masih Menunggu Rukyat. Nahdlatul Ulama belum mengumumkan keputusan resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir bulan Syaban. Meski demikian, berdasarkan Almanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sejalan dengan pendekatan hilal lokal.
Dengan kondisi tersebut, awal puasa 2026 berpotensi berbeda antara 18 dan 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, seraya tetap saling menghormati perbedaan metode penetapan yang digunakan masing-masing pihak.
- Penulis: (/* red/)



Saat ini belum ada komentar