Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bergeser Garis Perbatasan Indonesia – Malaysia, Tiga Desa di Nunukan Diambil Malaysia

Bergeser Garis Perbatasan Indonesia – Malaysia, Tiga Desa di Nunukan Diambil Malaysia

  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 613
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ditegaskannya bahwa perubahan garis batas negara telah mengakibatkan bergesernya tiga desa di Nunukan ke wilayah administrasi Malaysia. Kesepakatan dalam persidang 45 Joint Indonesia-Malaysia Boundary Committee menyepakati pembagian wilayah Pulau Sebatik.

Meski perjanjian itu memberikan 4,9 hektare wilayah Indonesia untuk Malaysia, tapi Ossy Dermawan menyebut total luas yang hilang adalah 6,1 hektare. Lantaran pemerintah Indonesia harus membangun zona penyangga (buffer zone) seluas 2,4 hektare. Sementara total luas wilayah yang terdampak dari keputusan ini adalah 3,6 hektare yang mencakup lima desa di Pulau Sebatik.

Dia menghitung, ada puluhan warga negara Indonesia yang terdampak dari pergeseran patok negara ini.

“Warga kita yang terdampak tanahnya masuk ke wilayah Malaysia sekarang ada 19 pemegang sertifikat, satu orang yang dokumen lain, lalu ada 26 yang merupakan dokumen desa dan 5 orang pemegang akta di bawah tangan,” kata Ossy.

Hal senada dikatakan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Komjen Pol Makhruzi Rahman, dalam rapat bersama Komisi II DPR RI, penetapan batas wilayah itu telah disepakati secara bilateral dalam pertemuan Indonesia dan Malaysia pada Februari 2025. Kesepakatan tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian hukum terkait batas negara yang selama ini masih menyisakan sejumlah persoalan teknis dan administratif.

Sementara itu, proses penyelesaian OBP Indonesia–Malaysia belum sepenuhnya rampung. Sejumlah segmen perbatasan lain, khususnya di Kalimantan Barat, masih dalam tahap perundingan lanjutan serta survei lapangan bersama. Pemerintah pusat menegaskan bahwa seluruh proses penegasan batas wilayah dilakukan melalui jalur diplomasi dan kesepakatan bersama, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional serta kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

  • Penulis: (/red */)
  • Editor: (/redaktur/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Bung Capluk Now: Drama “Wartawan Bodrek” Berita Tayang, Hapus, Niatnya Apa?

    Bung Capluk Now: Drama “Wartawan Bodrek” Berita Tayang, Hapus, Niatnya Apa?

    • 0Komentar

    Yadi Hendriana, yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, menegaskan posisi tegas terkait kasus ini. Oknum tersebut diketahui tidak terdaftar sama sekali di data resmi Dewan Pers dan hanya beroperasi di medianya sendiri. Meskipun media daring yang menaungi oknum tersebut memiliki badan hukum, namun media itu belum terverifikasi oleh […]

  • Sekda Berau hadiri Rapat Koordinasi Program Kegiatan LPNK

    Sekda Berau hadiri Rapat Koordinasi Program Kegiatan LPNK

    • 0Komentar

    Retret Sekda ini dibuat dalam format rapat koordinasi yang lebih dialogis karena tantangan ke depan semakin berat. Ada sejumlah program pemerintah pusat yang harus diimplementasikan di daerah, seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Selain itu, kebijakan efisiensi dan pemangkasan TKD juga menuntut penyesuaian anggaran di daerah.

  • IRAU Malinau: Kungfu Shaolin dari Kota Tenshang Provinsi Henan Tiongkok

    IRAU Malinau: Kungfu Shaolin dari Kota Tenshang Provinsi Henan Tiongkok

    • 1Komentar

    Ia menambahkan, keberagaman budaya yang ditampilkan selama perayaan IRAU merupakan wujud nyata semangat persatuan di Bumi Intimung. “Sekalipun kita berbeda, tapi kita satu. Kita damai, kita nyaman, dan kita tetap bersaudara. Itulah kekuatan besar yang dimiliki Kabupaten Malinau,” tuturnya. Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Sejak siang, area Panggung Budaya Padan Liu’ Burung telah dipadati penonton […]

  • Gubernur Kaltara Buka Harganas ke-33 Tekankan Fondasi Keluarga Kuat

    Gubernur Kaltara Buka Harganas ke-33 Tekankan Fondasi Keluarga Kuat

    • 0Komentar

    KALTARA | BORNEO TERKINI – Membangun sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari penguatan ketahanan keluarga. Hal ini ditekankan Gubernur Kalimantan Utara Dr H Zainal A Paliwang saat memimpin peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Agatis, Senin pagi. Upacara yang dihadiri Wakil Gubernur Ingkong Ala serta para pimpinan perangkat daerah lingkup […]

  • UMK 2026 Naik 5,17 Persen atau Rp.198.512

    UMK 2026 Naik 5,17 Persen atau Rp.198.512

    • 0Komentar

    Penyesuaian upah dilakukan secara seimbang agar tetap menjaga daya beli pekerja, sekaligus memperhatikan keberlangsungan usaha di Kabupaten Malinau. Selanjutnya, hasil kesepakatan Dewan Pengupahan ini akan direkomendasikan kepada Gubernur Kalimantan Utara sebagai dasar penetapan resmi UMK dan UMSK Kabupaten Malinau Tahun 2026. Penetapan Upah Minimum Kabupaten Malinau Tahun 2026 mendapat respons positif dari serikat pekerja. Kendati […]

  • Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, H. Didi Rahmadi, S.Sos., MM.

    Terbentuknya AMN di Berau Diapresiasi, Diskominfo Harap Tercipta Kompetisi Sehat

    • 0Komentar

    BERAU | BORNEO TERKINI – Terbentuknya Asosiasi Media Nusantara (AMN) di Kabupaten Berau pada 25 April 2026 diapresiasi. Organisasi yang menghimpun pemilik media siber dan insan pers ini diharapkan mampu meningkatkan standarisasi kualitas jurnalistik serta membentuk ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, H. Didi Rahmadi, S.Sos., MM., […]

expand_less