Perkuat Warisan dan Ekonomi Kreatif, Pemprov Kaltara Dukung Kampus Budaya
- account_circle (/Dkisp/- Adv/)
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dialog Kebudayaan bertema “Urgensi Kampus/Fakultas Budaya di Kaltara”. Acara yang digagas oleh Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara (YSBKU). BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTARA | BORNEO TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan dukungan penuh terhadap rencana kehadiran lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu kebudayaan. Langkah ini ditempuh sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., saat mewakili Gubernur membuka Dialog Kebudayaan bertema “Urgensi Kampus/Fakultas Budaya di Kaltara”. Acara yang digagas oleh Yayasan Sejarah dan Budaya Kaltara (YSBKU) itu berlangsung di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (24/6).
Dalam keterangannya, Taufik menjelaskan bahwa Kaltara memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, meliputi berbagai suku, bahasa, tradisi, kesenian, pengetahuan lokal, hingga warisan sejarah yang tersebar dari wilayah pesisir hingga pedalaman. Kendati demikian, hingga saat ini provinsi tersebut belum memiliki institusi pendidikan tinggi yang secara khusus menangani dan mengembangkan ilmu-ilmu kebudayaan, baik dalam bentuk kampus maupun fakultas tersendiri.
“Lembaga pendidikan formal ini dapat menjadi pusat kajian, penelitian, dokumentasi, pelestarian, sekaligus pengembangan kebudayaan daerah,” ujar Taufik.
Ia menilai, dialog kebudayaan tersebut menjadi ruang strategis untuk menghimpun gagasan dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan langkah konkret pengembangan pendidikan kebudayaan di Kaltara. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari aspek budaya, sehingga keberadaan kampus atau fakultas budaya sangat penting untuk menjaga identitas daerah di tengah arus perubahan zaman.
Selain aspek pelestarian, sektor kebudayaan juga dinilai memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari potensi pengembangan pariwisata, industri kreatif, festival budaya, kerajinan tangan, seni pertunjukan, hingga kuliner tradisional yang membutuhkan dukungan riset, inovasi, dan tenaga kerja yang kompeten.
“Keberadaan kampus atau fakultas budaya tidak hanya penting bagi pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan,” tegasnya.
Taufik menambahkan, pembentukan lembaga pendidikan kebudayaan merupakan kebutuhan strategis daerah untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kaltara.
Kegiatan dialog ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara, akademisi perguruan tinggi, budayawan, seniman, peneliti sejarah dan budaya, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas budaya yang ada di wilayah tersebut.
- Penulis: (/Dkisp/- Adv/)
- Editor: (/Red/)






Saat ini belum ada komentar