Proyek Deepwater Development Kaltim Dikelolah Perusahaan Italia, Target Produksi Gas 2027
- account_circle /*red/)
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

Indonesia Deepwater Development (IDD). BORNEO TERKINI/Foto tender-indonesia.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rencana Pengembangan Lengkap (Master Plan of Development) untuk seluruh area proyek telah disetujui pada bulan Januari 2026, dengan tahap Desain Teknis dan Rekayasa Detail (Detailed Engineering Design/DED) telah mencapai kemajuan 60%. Target Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) untuk Kawasan Ekstensi telah ditetapkan pada kuartal kedua tahun 2026, dengan produksi komersial penuh dari seluruh proyek diharapkan dapat berjalan pada kuartal pertama tahun 2027.
Total investasi yang telah dan akan dikeluarkan oleh pihak asing untuk pengembangan proyek ini mencapai sekitar 18 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 281,7 triliun (berdasarkan kurs Rp 15.650 per dolar AS). Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur produksi, jaringan pipa bawah laut sepanjang 450 kilometer, fasilitas pengolahan gas dengan kapasitas harian 1,5 miliar kaki kubik, serta sistem koneksi terintegrasi ke jaringan distribusi Eastkal dan kompleks kilang LNG PT Badak di Bontang.
Kepala Bidang Pengembangan Proyek SKK Migas, Agus Priyanto, menyampaikan bahwa meskipun dikuasai pihak asing, proyek ini tetap mengutamakan kepentingan nasional.
“Kontrak kerja sama yang telah disepakati memastikan bahwa 70% gas hasil produksi akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya dapat diekspor melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Selain itu, pemerintah mendapatkan royalti, pajak, dan bagi hasil yang signifikan untuk mendanai pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya dalam rapat koordinasi dengan pihak perusahaan.
Sebagai bentuk keterlibatan lokal, pihak asing telah menjalin kemitraan teknis dengan 12 perusahaan energi dalam negeri untuk pembelajaran dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Lebih dari 70% tenaga kerja yang terlibat dalam tahap konstruksi dan operasional berasal dari masyarakat Kalimantan Timur, dengan sekitar 800 orang telah mendapatkan pelatihan keterampilan kerja khusus di bidang teknologi deepwater.
Perwakilan Eni Indonesia, Giovanni Rossi, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan proyek. “Kami telah menerapkan standar internasional tertinggi untuk keamanan operasional dan perlindungan lingkungan, termasuk sistem pemantauan ekosistem laut dan program rehabilitasi kawasan pesisir yang telah memberikan manfaat bagi lebih dari 5.000 warga lokal di sekitar wilayah proyek,” ujarnya.
- Penulis: /*red/)

Saat ini belum ada komentar