Wagub Kaltara Tinjau Infrastruktur KM 95, Akses Perbatasan Dinilai Mendesak Dibenahi
- account_circle (/Adv/)
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jalan Kilometer 95 jalur perbatasan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara. BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTARA | BORNEO TERKIN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di Kilometer 95 jalur perbatasan Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Kamis (2/7). Perjalanan tersebut diwarnai medan berat yang memaksa rombongan berjibaku selama hampir sembilan jam akibat kerusakan jalan yang parah.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung akses utama yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Menggunakan jalur operasional PT Adindo, rombongan harus melewati rute dengan tanjakan curam dan kubangan lumpur pekat.
Di sepanjang jalur, sejumlah kendaraan operasional rombongan berulang kali terjebak di kubangan lumpur. Kendaraan terpaksa dievakuasi dengan cara saling tarik menggunakan tali sling agar dapat melanjutkan perjalanan menembus rute ekstrem tersebut.
Kondisi ini mencerminkan tantangan harian warga dan pelaku usaha dalam mendistribusikan barang ke wilayah perbatasan. Pemprov Kaltara menilai, pembenahan jalan menjadi prioritas mendesak untuk menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menanggapi temuan lapangan tersebut, Wagub Ingkong Ala menegaskan hasil peninjauan akan menjadi dasar evaluasi pemerintah daerah. Langkah cepat akan diambil melalui koordinasi bersama pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, dan pihak perusahaan di sekitar kawasan.
”Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim, dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” kata Ingkong.
Ia berharap langkah awal ini dapat mendorong percepatan pembangunan fisik jalan. Dengan demikian, hambatan mobilitas dan kendala ekonomi yang selama ini dikeluhkan masyarakat perbatasan dapat segera teratasi.
Melalui inspeksi langsung ini, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk mengawal peningkatan konektivitas wilayah perbatasan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.
- Penulis: (/Adv/)
- Editor: (/Red/)







Saat ini belum ada komentar