DPRD Bulungan Desak KIHI Serap Tenaga Kerja Lokal
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPRD Bulungan, Riyanto. (BORNEO TERKINI/Foto: Red)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BULUNGAN | BORNEO TERKINI – Kehadiran Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning, Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, tidak hanya diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga wajib membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat lokal.
Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, menegaskan investasi berskala besar yang masuk harus memberikan dampak nyata dalam mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
“Kita ingin kehadiran KIHI bisa menjawab permasalahan di Bulungan. Artinya, serapan tenaga kerja lokal meningkat yang bermuara pada kesejahteraan dan perputaran ekonomi,” ujar Riyanto, Selasa (11/8).
Ia menilai, pemerintah daerah perlu menyiapkan formula yang jelas agar peluang kerja bagi warga lokal terbuka lebar. Namun, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) agar masyarakat Bulungan tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
“Kalau berbicara kompetensi itu harus. Makanya, perlu ada pelatihan bagi pekerja lokal supaya dapat diterima dan bekerja di KIHI,” tegasnya.
Riyanto mendorong pemerintah memperkuat program pelatihan keterampilan yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, standar kompetensi pekerja lokal dapat terpenuhi seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja perusahaan.
Selain sektor ketenagakerjaan, keberadaan KIHI juga diyakini mampu menciptakan efek ekonomi berantai (multiplier effect) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Aktivitas pekerja dalam jumlah besar dipastikan mendongkrak permintaan terhadap berbagai produk dan jasa, mulai dari makanan, minuman, transportasi, hingga kebutuhan harian.
“UMKM mampu berpartisipasi dan berkontribusi dengan memasarkan produknya di dekat wilayah KIHI. Peluang inilah yang harus kita tangkap dan optimalkan,” imbuhnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, DPRD meminta pemerintah proaktif melakukan pembinaan, meningkatkan kualitas produk, mempermudah akses permodalan, serta memperluas pemasaran bagi UMKM lokal. Langkah ini dinilai penting agar pelaku usaha di Bulungan mampu menjadi bagian dari rantai pasok ekonomi di sekitar kawasan industri.
- Penulis: (/wlm - ADV/)
- Editor: (/red/)








Saat ini belum ada komentar