Sinergi Pusat dan Daerah, Produk Lokal Kaltara Siap Bersaing
- account_circle (/Dkisp/-Adv/)
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Dekranasda Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., bersama Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, di Jakarta, Kamis (25/6). BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA | BORNEO TERKINI – Rencana kehadiran Sekolah Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) membuka peluang ekonomi besar bagi ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif lokal. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara bersama Pemerintah Provinsi bergerak lebih awal untuk memastikan peluang tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh usaha daerah.
Ketua Dekranasda Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., didampingi Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menemui Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, di Jakarta, Kamis (25/6). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyinkronkan program pembinaan serta membuka akses dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan UMKM di wilayah tersebut
Rahmawati menilai, keberadaan Sekolah Garuda bukan hanya menghadirkan fasilitas pendidikan baru, melainkan membuka ruang tumbuhnya ekosistem ekonomi yang layak dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal. Oleh sebab itu, Dekranasda kini tengah melakukan identifikasi dan pembinaan terstruktur terhadap berbagai klaster usaha yang berpotensi menjadi pemasok kebutuhan sekolah.
Berbagai kebutuhan seperti seragam batik khas Kaltara, atribut sekolah, hingga cenderamata resmi ditargetkan dapat dipenuhi oleh pengrajin binaan daerah.
“Pelaku usaha kecil terus didorong memanfaatkan teknologi tepat guna dan menjaga konsistensi produk agar memenuhi standar kualitas serta kuantitas yang disyaratkan instansi besar,” ujar Rahmawati.
Selain sektor kerajinan, UMKM pangan olahan juga dipersiapkan masuk ke rantai pasok konsumsi dengan mengandalkan bahan baku lokal yang tersedia melimpah.
Penguatan usaha tidak cukup hanya dengan motivasi, melainkan butuh dukungan nyata berupa akses permodalan, pendampingan teknis, sertifikasi produk, termasuk sertifikasi halal serta, fasilitasi kemitraan dengan berbagai lembaga.
“Kami tidak ingin pengrajin dan pelaku UMKM kita minder. Kehadiran Sekolah Garuda adalah peluang besar, dan kami akan terus mendorong serta memfasilitasi mereka agar produknya naik kelas dan mampu bersaing,” tegas Rahmawati.
Sementara itu, Gubernur Zainal menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kaltara melalui kebijakan yang berpihak pada pengembangan UMKM dan industri kreatif daerah. Sinergi antara pemerintah provinsi, Dekranasda, dan pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal sehingga menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan setiap peluang ekonomi yang berkembang di Kaltara.
- Penulis: (/Dkisp/-Adv/)
- Editor: (/Red/)






Saat ini belum ada komentar