KLA Sempurna 2029, Wujud Komitmen Bangun SDM Unggul
- account_circle (/Adv/)
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si. .BORNEO TERKINI/Spesial Foto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALINAU | BORNEO TERKINI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menargetkan pencapaian standar tertinggi atau predikat Sempurna untuk penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) pada tahun 2029. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sejak usia dini.
Berdasarkan hasil penilaian terkini, Kabupaten Malinau telah berhasil mengantongi skor 736,75 poin. Capaian ini dinilai sangat positif, meskipun proses verifikasi dan validasi lanjutan masih akan dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kementerian terkait.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung kinerja Gugus Tugas KLA yang saat ini diketuai oleh Sekretaris Daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi dan inovasi dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu sesuai klaster masing-masing.
“Target kita di tahun 2029 adalah menjadikan Malinau sebagai Kabupaten Layak Anak dengan predikat sempurna. Saya sudah sampaikan kepada seluruh OPD, masih ada beberapa indikator yang nilainya perlu ditingkatkan. Kita masih memiliki waktu yang cukup hingga awal September untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan,” ujar Jakaria.
Instruksi khusus telah dikeluarkan agar OPD segera melengkapi kebutuhan administrasi dan manajemen, terutama regulasi yang berkaitan dengan perlindungan anak. Selain itu, penyediaan fasilitas publik seperti tempat bermain yang aman dan lingkungan sekolah yang ramah anak menjadi prioritas utama dalam persiapan teknis di lapangan.
Program ini juga disinergikan dengan agenda strategis daerah, yaitu program wajib belajar Malinau Maju dan Desa Sarjana, guna menjamin keberlanjutan pembinaan generasi muda. Melalui pemenuhan seluruh klaster KLA, Pemkab berharap persoalan anak terlantar di wilayah ini dapat dieliminasi secara bertahap.
“Kabupaten Malinau ini sudah termasuk dalam kategori Kabupaten Layak Anak. Maka, pemerintah akan memberikan dukungan secara penuh kepada gugus tugas yang sudah dibentuk,” tegasnya.
Optimalisasi peran seluruh OPD diharapkan dapat merampungkan seluruh kekurangan, baik dari segi dokumen maupun fasilitas fisik, sebelum tenggat waktu evaluasi pada awal September mendatang.
- Penulis: (/Adv/)
- Editor: (/ski */)







Saat ini belum ada komentar