Ramadan Bukan Alasan Hentikan MBG Anak Sekolah
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Ilustrasi: Program MBG Anak Sekolah 2026. BORNEO TERKINI/red*
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NASIONAL Borneoterkini.co.id – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini dilakukan agar pelaksanaan program strategis nasional tersebut tetap tepat sasaran sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah puasa bagi masyarakat, khususnya peserta didik Muslim dengan sejumlah penyesuaian mekanisme layanan.
“Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan tetap berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Kepastian tersebut disampaikan usai rapat koordinasi terbatas yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Rapat berlangsung di Jakarta, dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lintas kementerian dan lembaga.
Zulhas menegaskan, pemerintah tidak menghentikan Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan karena program tersebut memiliki peran penting dalam menjaga pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah dan kelompok rentan. Namun demikian, mekanisme penyaluran akan disesuaikan dengan kondisi sosial dan keagamaan di masing-masing daerah.
Ia menjelaskan, bagi peserta didik di wilayah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa, menu MBG akan disajikan dalam bentuk makanan kering.
“Makanan tersebut dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa, sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di siang hari,” ujarnya.
Menurut Zulhas, pendekatan ini dipilih agar tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis tetap tercapai, yakni memastikan asupan gizi anak-anak terpenuhi, tanpa mengabaikan sensitivitas terhadap bulan suci Ramadan. Penyesuaian ini juga diharapkan dapat diterima oleh sekolah, orang tua, serta peserta didik. Sementara itu, sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan mayoritas peserta didik non-Muslim akan tetap menerima layanan MBG seperti hari biasa.
“Distribusi dan konsumsi makanan bergizi di sekolah-sekolah tersebut tidak mengalami perubahan selama Ramadan. Sekolah yang non-Muslim (distribusi MBG) seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa,” ujar Zulhas.
- Penulis: (/red */)
- Editor: (/redaktur/)



Saat ini belum ada komentar