Pemerintah Jamin Cadangan BBM Aman di Tengah Penutupan Selat Hormuz
- account_circle (/*red/)
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Antrean panjang di sejumlah SPBU akibat panic buying masyarakat. Dipicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan BBM setelah adanya laporan penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. BORNEO TERKINI/Foto red*
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NASIONAL. Borneoterkini.co.id – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan terjaga, meskipun Iran telah menutup Selat Hormuz menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Penegasan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik dan mencegah terjadinya panic buying yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan.
Juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, menjelaskan bahwa stok BBM nasional saat ini berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan, yaitu lebih dari 21 hari pasokan.
“Kita mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan karena cadangan BBM kita terus dijaga dan akan selalu diisi kembali sesuai kebutuhan. Perhitungan 21 hari bukan berarti stok akan habis dalam jangka waktu tersebut, melainkan standar minimum yang terus diperbarui melalui produksi domestik dan impor dari sumber alternatif,” ujarnya.
Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint energi global terpenting, dengan aliran minyak rata-rata mencapai 20 juta barel per hari atau sekitar 20% dari konsumsi cairan petroleum global. Indonesia sendiri mengimpor sekitar 22,8 juta barel minyak mentah melalui jalur ini setiap tahun, dengan sebagian besar berasal dari Arab Saudi yang menyumbang 19% dari total impor minyak mentah nasional pada tahun 2024. Meskipun demikian, pemerintah telah melakukan antisipasi dengan diversifikasi sumber impor BBM dari negara-negara di luar wilayah yang terpengaruh konflik.
- Penulis: (/*red/)

Saat ini belum ada komentar