Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Mafia Dokumen PT Berau Coal Bungkam Hak Tani

Mafia Dokumen PT Berau Coal Bungkam Hak Tani

  • account_circle (/adm/)
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 234
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERAU. Borneoterkini.co.idKonflik lahan Kelompok Tani Usaha Bersama (Poktan UBM) dengan PT Berau Coal menjadi sorotan publik belakangan ini. Pasalnya, praktik “mafia dokumen” yang memanipulasi hak atas tanah yang menyebabkan aktivitas tambang PT Berau Coal diduga merampas lahan garapan petani seluas 1.290 hektare, dan persoalan tersebut tengah berjalan di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb.

Sebelumnya, UMB telah melaporkan pemalsuan dokumen otentik yang diduga dilakukan pihak perusahaan tambang PT Berau Coal ke Polda Kalimantan Timur pada 14 Februari 2026 dengan nomor STPL/67/II/2026/SPKT I.

Perwakilan Poktan UBM, M. Rafik, mengatakan ditemukan sejumlah kejanggalan dalam dokumen yang digunakan PT Berau Coal, salah – satunya ada surat garapan atas nama seseorang yang saat itu masih berusia empat tahun. Hal ini terungkap dalam proses litigasi di Pengadilan Negeri Kelas II Tanjung Redeb dalam proses persidangan sengketa lahan tahun 2025 lalu.

“Bagaimana mungkin anak berusia empat tahun memiliki surat garapan tanah?. Secara logika maupun hukum ini sulit diterima,” ujar Rafik, di Tanjung Redeb, Senin, 16 Maret 2026.

Pada Agustus 2025, Poktan UBM telah melayangkan somasi kedua dan terakhir kepada PT Berau Coal setelah somasi pertama diabaikan hingga sekarang.

Diungkapkan, M. Rafik, konflik bermula sejak tahun 2004 ketika PT Berau Coal mulai melakukan aktivitas pemboran di lahan milik 647 anggota Poktan UBM di Kampung Tumbit Melayu, Kabupaten Berau. Pada 2006 terjadi penggusuran, dan sejak 2007 perusahaan tersebut mengerjakan tambang pada lahan seluas 1.290 hektar tanpa proses pembebasan lahan maupun pemberian kompensasi yang layak.

  • Penulis: (/adm/)
  • Editor: (/*red/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Fraksi PKS Sepakati Dua Raperda Menjadi Perda, Dorong Sosialisasi Masif dan Terstruktur ke Masyarakat

    Fraksi PKS Sepakati Dua Raperda Menjadi Perda, Dorong Sosialisasi Masif dan Terstruktur ke Masyarakat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle (/red */)
    • visibility 506
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara konsisten menyetujui rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). Dua Ranperda tersebut adalah Ranperda APBD tahun anggaran 2026, dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara persetujuan Ranperda […]

  • H. Riyanto: APBD 2026 Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pendidikan dan Kesehatan

    H. Riyanto: APBD 2026 Prioritaskan Infrastruktur Jalan Pendidikan dan Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle (/red */)
    • visibility 547
    • 0Komentar

    BULUNGAN. Borneoterkini.co.id – Ketua DPRD Bulungan, H. Riyanto, menyatakan akan menekankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bulungan Tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp2,10 triliun yang disetujui bersama DPRD dan Bupati Bulungan. Fokus utamanya anggaran tahun depan mengarah pada pembangunan infrastruktur jalan, baik jalan lintas kecamatan maupun jalan-jalan pedesaan yang hingga kini masih membutuhkan […]

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Wamendag Roro Kunjungi Pempek & Kelempang di Palembang

    Dorong UMKM Naik Kelas, Wamendag Roro Kunjungi Pempek & Kelempang di Palembang

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle (/amd/)
    • visibility 70
    • 0Komentar

    PALEMMBANG | BORNEO TERKINI – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dan sekaligus mengunjungi sentra produksi UMKM Pempek Kerupuk dan Kemplang Rizky di Palembang. “Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong pelaku usaha lokal agar mengadopsi model penjualan digital, sehingga mampu bersaing di pasar Nasional maupun mancanegara,” kata Wamendag […]

  • Momentum Ramadan, Pemkot Balikpapan Beri Ruang untuk Pedagang

    Momentum Ramadan, Pemkot Balikpapan Beri Ruang untuk Pedagang

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle (/Ariel)
    • visibility 163
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN. Borneoterkini.co.id – Momentum Ramadan yang kemungkinan akan meningkatnya bahan pokok dasar kebutuhan masyarakat (sembilan bahan pokok). Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan wacananya akan membuka ruang bagi pedagang pasar tradisional untuk menambah aktivitas penjualannya. Hal ini dikatakan Kepala Disdag Kota Balikpapan, Haemusri Umar, dalam sesi wawancara, Selasa (27/1/2026). Melalui Dinas Perdagangan (Disdag) kebijakan itu diberikan supaya […]

  • Dishub Akan Terapkan Meterisasi PJU, Begini Kata H. Yusri

    Dishub Akan Terapkan Meterisasi PJU, Begini Kata H. Yusri

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle (/Ariel)
    • visibility 219
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN. Borneoterkini.co.id – Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri mengatakan sistem metering atau meterisasi memungkinkan pemerintah daerah membayar listrik PJU sesuai dengan jumlah pemakaian, dan bukan berdasarkan estimasi seperti yang selama ini berlaku. “Dengan meterisasi, pembayaran listrik PJU akan disesuaikan dengan pemakaian. Selama ini, lampu hidup atau mati tetap dikenakan tagihan, sehingga tidak efisien,” […]

  • Ritel Modern Menjamur, Keberadaan Pasar Tradisional kian Terkikis

    Ritel Modern Menjamur, Keberadaan Pasar Tradisional kian Terkikis

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle (/red */)
    • visibility 146
    • 0Komentar

    KALTARA. Borneoterkini.co.id – Sejauh ini makin banyak toko ritel modern tepatnya di Kota Tanjung Selor, Bulungan. Meski berdampak positif terciptanya lapangan pekerjaan, namun ada imbas lain yang mempengaruhi penurunan perekonomian masyarakat, pengusaha usaha mikro atau toko tradisional. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Riyanto, menilai dampak negatif atau imbas lain yang mempengaruhi penurunan […]

expand_less