Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pemkab Malinau Mulai Verifikasi Wilayah Hutan Adat, Utamakan Musyawarah Cegah Konflik

Pemkab Malinau Mulai Verifikasi Wilayah Hutan Adat, Utamakan Musyawarah Cegah Konflik

  • account_circle (/ADV- rfy)
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALINAU | BORNEO TERKINI – Pemerintah Kabupaten Malinau secara resmi memulai pembahasan tahap verifikasi penetapan wilayah hutan adat. Proses penting ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., dalam rapat pembukaan yang berlangsung di Ruang Tebengang, Selasa (19/5/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi ruang hidup masyarakat adat di wilayah tersebut.

Dalam arahannya, Sekda Ernes menekankan kehati-hatian penuh bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penentuan batas wilayah. Ia mengingatkan agar pengakuan hukum terhadap hak atas hutan adat ini tidak justru memicu perselisihan baru antar kelompok masyarakat di masa mendatang. Oleh sebab itu, prinsip kejujuran, keterbukaan, dan kearifan lokal harus dijunjung tinggi dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul terkait batas wilayah.

“Kita pastikan tidak ada konflik yang muncul setelah hak ini dikukuhkan. Segala permasalahan batas harus diselesaikan lewat musyawarah mufakat,” tegas Ernes.

Menurutnya, proses panjang ini dijalankan bukan hanya sekadar memenuhi ketentuan peraturan, melainkan demi menjamin keberlangsungan hidup masyarakat adat. Dengan adanya pengakuan resmi, masyarakat diharapkan tetap bisa melestarikan budaya dan adat istiadat, serta mengembangkan perekonomian secara berkelanjutan di atas tanah leluhur mereka sendiri.

Ernes juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran dinas terkait yang telah bekerja keras membawa program ini hingga ke tahap verifikasi. Ia menyadari perjalanan ini bukan hal mudah, karena membutuhkan penyelarasan aspirasi masyarakat dengan aturan pemerintah, serta koordinasi intensif hingga ke tingkat provinsi dan pusat.

“Kerja keras semua pihak sangat berarti, mengingat proses ini sangat mendetail dan memakan waktu lama. Namun semua itu terbayar demi kesejahteraan dan perlindungan hukum masyarakat adat Malinau,” ujarnya.

Selain berdampak pada kesejahteraan warga, pengakuan wilayah hutan adat ini juga dinilai memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata melindungi ekosistem hutan serta mewariskan pengetahuan dan nilai luhur nenek moyang agar tetap terjaga hingga generasi mendatang.

  • Penulis: (/ADV- rfy)
  • Editor: (/red/ski*/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Lomba Perahu Panjang Sukses Digelar

    Lomba Perahu Panjang Sukses Digelar

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle (/red */)
    • visibility 393
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Lomba perahu panjang sukses digelar diikuti sebanyak 20 tim peserta dari berbagai kampung dan komunitas yang ada di Berau. Pemenang kegiatan ini memperoleh uang pembinaan dan piala bergilir. Peserta yang berpartisipasi juga telah mendapat asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas turut menyampaikan apresiasi. Menurutnya, perahu panjang ataupun perahu naga sejatinya […]

  • Bergeser Garis Perbatasan Indonesia - Malaysia, Tiga Desa di Nunukan Diambil Malaysia

    Bergeser Garis Perbatasan Indonesia – Malaysia, Tiga Desa di Nunukan Diambil Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle (/red */)
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Nasional. borneoterkini.co.id – Terdapat tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini ditetapkan masuk ke wilayah administrasi Malaysia. Ketiga desa yang terletak di Kecamatan Lumbis Hulu adalah Desa Kabulangalor, Desa Lepaga dan Desa Tetagas. “Garis batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia telah bergeser sehingga mengakibatkan hal itu terjadi.” ujar Wakil Menteri Agraria Tata Ruang atau […]

  • Perang Pecah! AS-Israel Serang Iran, Iran Lancarkan Serangan Balik

    Perang Pecah! AS-Israel Serang Iran, Iran Lancarkan Serangan Balik

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle (*/red)
    • visibility 342
    • 0Komentar

    NASIONAL. Borneoterkini.co.id – Serangan pertama AS-Israel ke Iran menandakan dimulainya peperangan di Timur Tengah, pada Sabtu (28/2/2026). Laporan terbaru menyebutkan serangkaian ledakan terdengar di Taheran, Tel Aviv dan sejumlah pangkalan Amerika serikat di wilayah tersebut. Bahkan, Kapal Induk AS Mundur ke Samudera Hindia. Memicu kepanikan di Timur Tengah. Melansir Al Jazeera, ledakan tersebut terjadi tak […]

  • AMSI Indonesia Digital Conference (IDC) 2025, Mengangkat Tema Besar "Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital"

    AMSI Indonesia Digital Conference (IDC) 2025, Mengangkat Tema Besar “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle (/yan/AMSI/)
    • visibility 497
    • 0Komentar

    JAKARTA. Borneoterkini.co.id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025. Tahun ini, IDC mengangkat tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, yang menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media dalam menghadapi gelombang transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Dua […]

  • Pemicu Keributan, Penjual Miras Wajib Ditindak Tegas Pihak Terkait

    Pemicu Keributan, Penjual Miras Wajib Ditindak Tegas Pihak Terkait

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle (/Arl/red/)
    • visibility 961
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Distribusi minuman keras (miras) dengan kadar alkohol tinggi semakin marak dijual bebas di warung atau kios. Tempat penjualnya tersebar di empat Kecamatan yakni, Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Teluk Bayur, hingga ke wilayah pelosok pesisir Talisayan. Praktik ini dilakukan secara terorganisir, diduga melibatkan berbagai pihak dalam rantai distribusinya. Olel Mendang warga Talisayan menyebut, […]

  • BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia

    BNNP Sumsel Musnahkan 16,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle (/ahd/)
    • visibility 75
    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 16,9 kilogram pada Rabu (22/4/2026). Barang haram tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus jaringan internasional yang diduga dikirim dari Malaysia. Pemusnahan dilakukan di pelataran kantor BNNP Sumsel dan disaksikan oleh aparat penegak hukum serta perwakilan pihak terkait. […]

expand_less