Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Sekda: Penyesuaian Tarif Bukan Kenaikan Harga

Sekda: Penyesuaian Tarif Bukan Kenaikan Harga

  • account_circle Redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALINAU | BORNEO TERKINI – Upaya perbaikan layanan air bersih di Kabupaten Malinau masuk tahap krusial. Sekretaris Daerah Ernes Silvanus secara resmi membuka forum konsultasi publik yang digelar Perumda Air Minum Apa’ Mening di Ruang Laga Feratu, Senin pagi. Pertemuan ini menjadi langkah awal pemerintah mengajak masyarakat berdiskusi soal rencana penyesuaian tarif yang dinilai sangat diperlukan demi keberlanjutan pelayanan jangka panjang.

Ernes langsung meluruskan persepsi publik yang sering menyamakan penyesuaian tarif dengan kenaikan harga biasa. Menurutnya, istilah yang dipakai pemerintah memiliki makna berbeda dan tujuan yang jauh lebih luas. Kebijakan ini tidak dirancang untuk menambah keuntungan perusahaan, melainkan menyeimbangkan antara biaya pengelolaan yang terus membengkak dengan standar kualitas air yang wajib dipenuhi bagi seluruh warga.

“Sudah lama rencana ini kami siapkan, tapi kami tunda terus. Alasannya sederhana: kami ingin memastikan kondisi ekonomi masyarakat cukup kuat, dan semua pihak paham betul apa alasan di balik kebijakan ini. Air adalah kebutuhan hidup, tidak boleh ada keputusan sepihak,” ujar Ernes di hadapan para peserta. Ia menegaskan, proses ini sengaja dibuat panjang dan terbuka karena menyangkut hajat hidup banyak orang. Mulai dari sosialisasi, diskusi publik, hingga mendengar masukan langsung dari warga menjadi syarat mutlak sebelum penetapan akhir.

Pemerintah dan pengelola perusahaan menjamin, setiap rupiah yang diterima dari hasil penyesuaian tarif nanti akan dikembalikan sepenuhnya ke masyarakat. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mengganti pipa-pipa tua yang sering bocor, meningkatkan kadar kebersihan air, memperluas jaringan ke wilayah yang belum terjangkau, serta menjaga kelestarian sumber mata air agar tidak kering atau rusak.

“Jangan ada yang berpikir ini keuntungan kantor. Orientasi kami cuma satu: layanan lebih baik. Kalau tarif disesuaikan, maka air yang keluar harus lebih jernih, aliran lancar setiap saat, dan pasokan aman sepanjang tahun. Itu janji kami,” tegas Ernes.

Salah satu alasan utama yang mendesak penyesuaian adalah lonjakan biaya operasional yang tak tertahankan lagi. Dalam tiga tahun terakhir, harga bahan bakar, material bangunan, bahan kimia pengolahan, hingga biaya pengiriman dan pemeliharaan naik drastis. Beban ini selama ini ditanggung sendiri oleh perusahaan, sehingga dana untuk perbaikan fasilitas jadi sangat terbatas. Jika dibiarkan, dikhawatirkan kualitas layanan akan terus menurun dan berisiko mengganggu kesehatan masyarakat.

Tantangan lain yang tak kalah besar datang dari rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di wilayah hulu. Proyek ini akan mengubah tata guna lahan di kawasan tangkapan air seluas sekitar 27 ribu hektare. Perubahan ini berpotensi mengurangi debit air baku dan mengganggu ketersediaan pasokan di masa depan. Karena itu, pemerintah sudah memerintahkan tim teknis menyusun langkah antisipasi, seperti membangun waduk penampungan baru dan memperkuat sistem distribusi agar kebutuhan air tetap terjamin meski ada perubahan lingkungan.

Forum konsultasi ini menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan pendapat, kekhawatiran, maupun usulan. Segala masukan yang masuk akan dicatat dan dijadikan dasar perbaikan rencana tarif sebelum ditetapkan. Pemerintah berkomitmen, keputusan akhir nanti adalah hasil kesepahaman bersama, yang adil bagi warga dan sekaligus mampu menjamin layanan air bersih di Malinau tetap terjaga hingga puluhan tahun ke depan.

  • Penulis: Redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Dorong Ekonomi Pariwisata, Jembatan dan Dermaga Diresmikan Bupati Berau

    Dorong Ekonomi Pariwisata, Jembatan dan Dermaga Diresmikan Bupati Berau

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle (/red */)
    • visibility 319
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id –  Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, meresmikan dua jembatan dan Dermaga  yang telah rampung di Tahun 2026,  pada, Selasa (13/01/2026). “Hal ini bertujuan meningkatkan ekonomi desa dengan memperlancar akses mobilitas, distribusi barang (pertanian, hasil tani), jasa, membuka peluang pariwisata, dan menghubungkan desa terisolasi ke pusat ekonomi,” akui, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Jembatan […]

  • Penyerahan LKPD OPD Malinau dorong Percepatan

    Penyerahan LKPD OPD Malinau dorong Percepatan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle (/Noor Halik/)
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Malinau| Borneo Terkini – Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar entry meeting pemeriksaan terinci Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 bersama perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Provinsi Kalimantan Utara di Ruang Intulun Kantor Bupati Malinau, Senin (6/4/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Malinau, Francis, dan dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah […]

  • Dorong Transformasi Desa Mandiri, Edward Candra Tekankan Sinergi Lintas Sektor

    Dorong Transformasi Desa Mandiri, Edward Candra Tekankan Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle (/hmd/)
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNOE TERKINI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Edward Candra, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) untuk urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Senin (27/04/2026). Dalam kesempatan tersebut, Edward Candra menyampaikan bahwa saat ini Sumsel memiliki 2.853 desa. Dari jumlah tersebut, sekitar 18,9 persen telah masuk kategori desa […]

  • Ritel Modern Menjamur, Keberadaan Pasar Tradisional kian Terkikis

    Ritel Modern Menjamur, Keberadaan Pasar Tradisional kian Terkikis

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle (/red */)
    • visibility 146
    • 0Komentar

    KALTARA. Borneoterkini.co.id – Sejauh ini makin banyak toko ritel modern tepatnya di Kota Tanjung Selor, Bulungan. Meski berdampak positif terciptanya lapangan pekerjaan, namun ada imbas lain yang mempengaruhi penurunan perekonomian masyarakat, pengusaha usaha mikro atau toko tradisional. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan, Riyanto, menilai dampak negatif atau imbas lain yang mempengaruhi penurunan […]

  • Stamaops Polri Audit Layanan 110 dan Samapta di Ogan Ilir, Kinerja Dinilai Positif

    Stamaops Polri Audit Layanan 110 dan Samapta di Ogan Ilir, Kinerja Dinilai Positif

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle (/Amd/)
    • visibility 59
    • 0Komentar

    OGAN ILIR | BORNEO TERKINI – Kesiapan pelayanan publik dan respons operasional di Polres Ogan Ilir menjadi sorotan utama Tim Stamaops Polri dalam kunjungan kerjanya, Rabu (6/5/2026). Rombongan melakukan pengecekan mendalam terhadap kinerja Call Center 110 serta kesiapsiagaan fungsi Samapta. Kegiatan dipimpin langsung oleh Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar dan Karojianstra Stamaops Polri […]

  • Kepengurusan PBPI Sumsel Resmi Dikukuhkan, M. Arris: Siap Dorong Padel Jadi Olahraga Unggulan

    Kepengurusan PBPI Sumsel Resmi Dikukuhkan, M. Arris: Siap Dorong Padel Jadi Olahraga Unggulan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle (/amd/)
    • visibility 146
    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2025–2029 resmi dikukuhkan dan dilantik. “Hal ini jadi momentum penting untuk PBPI Sumsel dalam memulai langkah strategis mengembangkan olahraga di wilayah Sumatera Selatan, dan kedepannya siap mendorong Padel jadi olahraga unggulan” kata Ketua PBPI Sumsel yang baru dilantik,  M. […]

expand_less