Masalah Mutasi & Sistem SPMB Dibenahi, DPRD Samarinda Punya Solusi Baru
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie. (BORNEO TERKINI/Foto: Dika)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekolah diharapkan mulai memberikan pemahaman kepada orang tua saat anak duduk di kelas 5 dan semester awal kelas 6. Melalui data kependudukan yang ada, sekolah bisa memberikan tiga pilihan rekomendasi sekolah yang paling pas dengan jarak rumah mereka. Dengan begitu, orang tua tidak lagi panik atau bingung saat masa pendaftaran tiba.
“Ini hanya saran dan informasi, tidak memaksa dan tidak mengikat mutlak,” tegas Novan.
Selain soal kependudukan, evaluasi juga menyoroti masalah teknis yang sering tidak disadari warga: kelengkapan alamat di Kartu Keluarga. Masih banyak warga yang hanya menuliskan nama jalan atau gang saja, padahal ada yang sudah mencantumkan lengkap mulai dari nama jalan, RT, hingga nomor rumah. Perbedaan ini ternyata sangat memengaruhi pembacaan lokasi oleh sistem satelit. Selisih jarak hanya puluhan meter saja bisa mengubah urutan peringkat calon murid.
Karena itu, DPRD mendesak perbaikan sistem digital. Kini, usulan dukungan anggaran untuk memperkuat sistem SPMB tersebut sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Samarinda.
- Penulis: (/adk/)
- Editor: (/red/)








Saat ini belum ada komentar