Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pemprov Percepat Penanganan Perbatasan, Fokus Jaga Akses Tetap Fungsional

Pemprov Percepat Penanganan Perbatasan, Fokus Jaga Akses Tetap Fungsional

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTARA | BORNEO TERKINI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) memastikan penanganan jalan di perbatasan terus dilakukan.

Kepala DPUPR Perkim Kaltara, Helmi mengatakan, kegiatan pembangunan di wilayah perbatasan seperti di Krayan itu sudah diproses. Bahkan penanganan yang dilakukan secara bertahap telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Seperti di tahun 2025 itu, kita telah memprogramkan beberapa kegiatan pembangunan jalan di perbatasan khususnya Kecamatan Krayan Selatan dan Induk dengan total kurang lebih Rp30 M melalui DAU (dana alokasi umum) bidang infrastruktur senilai Rp160 miliar dan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp40 miliar, tetapi telah dipotong oleh pemerintah pusat sehingga kegiatan tersebut ikut hilang,” ujarnya di Tanjung Selor, Selasa (21/7).

Kemudian, saat audiensi gubernur seluruh Indonesia dengan Menteri Keuangan (Menkeu) di Jakarta pada tahun 2025 lalu, Gubernur Kaltara juga berhasil meyakinkan Menkeu Purbaya sehingga wilayah Krayan mendapatkan ‘suntikan’ dana Rp150 miliar.

Semua anggaran tersebut sebesar Rp150 miliar diarahkan ke jalan lingkar Krayan, dimana secara bertahap dianggarkan Rp50 miliar tiap tahunnya melalui IJD yang pelaksanaannya dan pembiayaannya adalah BPJN Kaltara (Kementerian PU). Di mana pada tahun 2025 dilakukan kontrak tahun jamak (multiyears) 2025/2026. Anggaran tersebut tidak masuk dalam batang tubuh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Kaltara.

Di BPJN penanganannya harus sampai aspal. Hal ini yang kemudian membuat dilema di pemerintah daerah, karena seperti yang tahun 2025 dikerjakan dengan anggaran multiyears sebesar Rp50 miliar itu hanya mampu menyelesaikan sekitar 3 kilometer.

“Kami dari PU sudah berulang kali menyampaikan kalau bisa fokus fungsional saja dulu. Jadi bukan target harus aspal, tapi cukup sampai perkerasan saja dulu agar jalan yang tertangani bisa panjang,” ungkap Helmi.

Helmi juga mengatakan bahwa dalam pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meminta waktu bertemu membahas permasalahan jalan di wilayah perbatasan Kaltara ini.

“Pada Kamis (23/7) nanti kita akan ke Kementerian PU untuk membahas itu, bahwa masyarakat di Krayan pada khususnya dan masyarakat perbatasan pada umumnya, itu berharap konstruksi jalan di perbatasan itu cukup sampai perkerasan saja dulu,” tegasnya.

Senilai anggaran Rp150 miliar yang dijanjikan Menkeu Purbaya untuk penanganan jalan di Krayan itu sudah cukup untuk membantu masyarakat walaupun dengan permukaan perkerasan aggregat.

“Ini yang nanti kita mau minta di Kementerian PU bahwa kegiatan lanjutan cukup sampai perkerasan saja. Kita minta fungsional jalannya, itu yang penting,” jelasnya.

Untuk itu diketahui, dalam lima tahun terakhir Pemprov Kaltara telah menggelontorkan total anggaran sebesar Rp79,39 miliar untuk penanganan wilayah perbatasan provinsi ke-34 Indonesia ini. Dari total anggaran itu terperinci Rp30,51 miliar di tahun 2021, kemudian Rp15,02 miliar tahun 2022, Rp5 miliar di tahun 2023, Rp22,35 miliar tahun 2024 serta Rp6,5 miliar tahun 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan bahwa dari dua kabupaten perbatasan, yakni Malinau dan Nunukan, terdapat 22 kecamatan yang menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan intervensi pembangunan sesuai kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemprov Kaltara berkomitmen terus mengupayakan intervensi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan, meskipun pemenuhannya belum dapat dilakukan secara menyeluruh,” kata Bertius.

Bertius menjelaskan bahwa secara regulasi pembangunan kawasan perbatasan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, pelaksanaannya memerlukan dukungan dan kolaborasi pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten tempat wilayah perbatasan berada.

Menurutnya, Gubernur Kaltara, H. Zainal A. Paliwang, terus memfasilitasi koordinasi lintas pemerintahan melalui rapat koordinasi dan kunjungan lapangan bersama pemerintah pusat ke wilayah Krayan dan Apau Kayan.

“Komitmen inilah yang mendapat apresiasi Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026,” ujarnya.

Bertius menegaskan bahwa komitmen pembangunan perbatasan telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara 2025–2029 dan telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ia menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai sekitar 80 persen, sehingga diperlukan strategi pembiayaan yang mengedepankan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Sejumlah usulan dan akses pendanaan dari kementerian terkait juga terus diupayakan untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.

“Perbatasan yang kita hadapi adalah persoalan aksesibilitas dan pelayanan dasar. Kebutuhan pokok masyarakat menjadi prioritas yang terus didorong oleh Pak Gubernur untuk dilaksanakan,” tuntas Bertius.

  • Penulis: (/dkisp-ADV/rfy/)
  • Editor: (/red/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Krisis Ruang Kelas dan Kuota Belajar Jadi Sorotan Utama di Reses Dapil IV Palembang

    Krisis Ruang Kelas dan Kuota Belajar Jadi Sorotan Utama di Reses Dapil IV Palembang

    • visibility 111
    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palembang Dapil IV yang meliputi wilayah Kecamatan Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang digelar di Aula Kecamatan Sematang Borang, Kamis (23/4/2026). Forum yang mempertemukan legislator dengan para kepala sekolah ini mengungkap kondisi “darurat daya tampung” pendidikan, sekaligus memicu kemarahan dewan terkait keterwakilan instansi teknis. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah Kaltara Dukung Penuh

    Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah Kaltara Dukung Penuh

    • visibility 73
    • 0Komentar

    JAKARTA | BORNEO TERKINI – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah di seluruh Indonesia melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025. Peresmian dilakukan secara daring pada Selasa (23/6), dengan dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo […]

  • Asisten III Setda Malinau Resmikan Rumah Dinas Gembala di Tulid

    Asisten III Setda Malinau Resmikan Rumah Dinas Gembala di Tulid

    • visibility 175
    • 0Komentar

    MALINAU | BORNEO TERKINI – Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Malinau, Francis, meresmikan Rumah Dinas Gembala GKII Harapan Baru yang berlokasi di Jalan Gereja, wilayah Tulid, pada Rabu (13 Mei 2026). Acara ini jadi momen penting untuk menunjang kegiatan pelayanan gereja sekaligus mempererat persatuan antarwarga di sekitar. Dalam sambutannya, Francis menyampaikan rasa syukur […]

  • Tingkatkan Standarisasi Imam Shalat, MUI Berau Gelar Sosialisasi

    Tingkatkan Standarisasi Imam Shalat, MUI Berau Gelar Sosialisasi

    • visibility 539
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Berau, menggelar pemahaman Standarisasi Imam Shalat, dan Sosialisasi Fatwah MUI yang bertajuk, “Penguatan Kompetensi Fiqih, Bacaan dan Akhlaq Imam Menuju Kualitas Jemaah Yang Lebih Baik”. Agenda MUI Berau dibuka resmi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Berau, Warji, mewakili Bupati Berau, Sri […]

  • ‘Absensi Gaib’ ASN disorot Bupati Berau

    ‘Absensi Gaib’ ASN disorot Bupati Berau

    • visibility 492
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti isu yang selama ini menjadi “penyakit” bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu praktik absensi gaib. Di tengah momen penuh sukacita atas dilantiknya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di Lingkungan . Fenomena ini merujuk pada kebiasaan ASN yang hanya datang untuk absen di pagi […]

  • OPD Paparkan Capaian 2025 di RDP DPRD Dihadiri BPK Kaltim

    OPD Paparkan Capaian 2025 di RDP DPRD Dihadiri BPK Kaltim

    • visibility 395
    • 0Komentar

    BERAU. Borneoterkini.co.id – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Berau memaparkan capaian kinerja tahun 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Berau dan BPK Kaltim. Fokus utama RDP ini iyalah evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim dan tindak lanjut rekomendasi BPK RI terkait kepatuhan kinerja, termasuk pengawasan sektor Pariwisata khususnya di Kabupaten Berau. Rapat […]

expand_less