Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Pemprov Percepat Penanganan Perbatasan, Fokus Jaga Akses Tetap Fungsional

Pemprov Percepat Penanganan Perbatasan, Fokus Jaga Akses Tetap Fungsional

  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALTARA | BORNEO TERKINI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) memastikan penanganan jalan di perbatasan terus dilakukan.

Kepala DPUPR Perkim Kaltara, Helmi mengatakan, kegiatan pembangunan di wilayah perbatasan seperti di Krayan itu sudah diproses. Bahkan penanganan yang dilakukan secara bertahap telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Seperti di tahun 2025 itu, kita telah memprogramkan beberapa kegiatan pembangunan jalan di perbatasan khususnya Kecamatan Krayan Selatan dan Induk dengan total kurang lebih Rp30 M melalui DAU (dana alokasi umum) bidang infrastruktur senilai Rp160 miliar dan DAK (Dana Alokasi Khusus) sebesar Rp40 miliar, tetapi telah dipotong oleh pemerintah pusat sehingga kegiatan tersebut ikut hilang,” ujarnya di Tanjung Selor, Selasa (21/7).

Kemudian, saat audiensi gubernur seluruh Indonesia dengan Menteri Keuangan (Menkeu) di Jakarta pada tahun 2025 lalu, Gubernur Kaltara juga berhasil meyakinkan Menkeu Purbaya sehingga wilayah Krayan mendapatkan ‘suntikan’ dana Rp150 miliar.

Semua anggaran tersebut sebesar Rp150 miliar diarahkan ke jalan lingkar Krayan, dimana secara bertahap dianggarkan Rp50 miliar tiap tahunnya melalui IJD yang pelaksanaannya dan pembiayaannya adalah BPJN Kaltara (Kementerian PU). Di mana pada tahun 2025 dilakukan kontrak tahun jamak (multiyears) 2025/2026. Anggaran tersebut tidak masuk dalam batang tubuh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Kaltara.

Di BPJN penanganannya harus sampai aspal. Hal ini yang kemudian membuat dilema di pemerintah daerah, karena seperti yang tahun 2025 dikerjakan dengan anggaran multiyears sebesar Rp50 miliar itu hanya mampu menyelesaikan sekitar 3 kilometer.

“Kami dari PU sudah berulang kali menyampaikan kalau bisa fokus fungsional saja dulu. Jadi bukan target harus aspal, tapi cukup sampai perkerasan saja dulu agar jalan yang tertangani bisa panjang,” ungkap Helmi.

Helmi juga mengatakan bahwa dalam pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meminta waktu bertemu membahas permasalahan jalan di wilayah perbatasan Kaltara ini.

“Pada Kamis (23/7) nanti kita akan ke Kementerian PU untuk membahas itu, bahwa masyarakat di Krayan pada khususnya dan masyarakat perbatasan pada umumnya, itu berharap konstruksi jalan di perbatasan itu cukup sampai perkerasan saja dulu,” tegasnya.

Senilai anggaran Rp150 miliar yang dijanjikan Menkeu Purbaya untuk penanganan jalan di Krayan itu sudah cukup untuk membantu masyarakat walaupun dengan permukaan perkerasan aggregat.

“Ini yang nanti kita mau minta di Kementerian PU bahwa kegiatan lanjutan cukup sampai perkerasan saja. Kita minta fungsional jalannya, itu yang penting,” jelasnya.

Untuk itu diketahui, dalam lima tahun terakhir Pemprov Kaltara telah menggelontorkan total anggaran sebesar Rp79,39 miliar untuk penanganan wilayah perbatasan provinsi ke-34 Indonesia ini. Dari total anggaran itu terperinci Rp30,51 miliar di tahun 2021, kemudian Rp15,02 miliar tahun 2022, Rp5 miliar di tahun 2023, Rp22,35 miliar tahun 2024 serta Rp6,5 miliar tahun 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, menyampaikan bahwa dari dua kabupaten perbatasan, yakni Malinau dan Nunukan, terdapat 22 kecamatan yang menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan intervensi pembangunan sesuai kebutuhan dasar masyarakat.

“Pemprov Kaltara berkomitmen terus mengupayakan intervensi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan, meskipun pemenuhannya belum dapat dilakukan secara menyeluruh,” kata Bertius.

Bertius menjelaskan bahwa secara regulasi pembangunan kawasan perbatasan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, pelaksanaannya memerlukan dukungan dan kolaborasi pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten tempat wilayah perbatasan berada.

Menurutnya, Gubernur Kaltara, H. Zainal A. Paliwang, terus memfasilitasi koordinasi lintas pemerintahan melalui rapat koordinasi dan kunjungan lapangan bersama pemerintah pusat ke wilayah Krayan dan Apau Kayan.

“Komitmen inilah yang mendapat apresiasi Indonesia Public Service Excellence Award (IPSEA) 2026,” ujarnya.

Bertius menegaskan bahwa komitmen pembangunan perbatasan telah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara 2025–2029 dan telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ia menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai sekitar 80 persen, sehingga diperlukan strategi pembiayaan yang mengedepankan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Sejumlah usulan dan akses pendanaan dari kementerian terkait juga terus diupayakan untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.

“Perbatasan yang kita hadapi adalah persoalan aksesibilitas dan pelayanan dasar. Kebutuhan pokok masyarakat menjadi prioritas yang terus didorong oleh Pak Gubernur untuk dilaksanakan,” tuntas Bertius.

  • Penulis: (/dkisp-ADV/rfy/)
  • Editor: (/red/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Hadiri Natal Akbar, Wali Kota Samarinda Andi Harun: Rumah Bersama

    Hadiri Natal Akbar, Wali Kota Samarinda Andi Harun: Rumah Bersama

    • 0Komentar

    SAMARINDA. Borneoterkini.co.id – Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun menghadiri rangkaian Perayaan Natal 2025 dan Syukur Tahun Baru 2026 Umat Kristen se-Kota Samarinda di Plenary Hall Sempaja, Jumat (23/1/2026) malam, kemarin Kehadiran Wali Kota, Andi Harun yang didampingi Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri. Bersama jajaran pejabat Pemkot Samarinda. Turut hadir perwakilan Pemprov Kaltim, […]

  • Sidak Pengelola THM Taufik Temukan Banyak Yang Tidak Bayar Pajak

    Sidak Pengelola THM Taufik Temukan Banyak Yang Tidak Bayar Pajak

    • 0Komentar

    BALIKPAPAN. Borneoterkini.co.id – Komisi II DPRD Kota Balikpapan kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM), untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban pajak daerah atau Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sidak yang merupakan hari ketiga rangkaian pengawasan yang dilakukan DPRD Balikpapan guna mengoptimalkan PAD. Sidak dipimpin langsung Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, […]

  • Budaya Meja Panjang Diapresiasi Gubernur Kaltara, Zainal: Tradisi Jadi Lambang Keutuhan

    Budaya Meja Panjang Diapresiasi Gubernur Kaltara, Zainal: Tradisi Jadi Lambang Keutuhan

    • 0Komentar

    KALTARA. Borneoterkini.co.id – Pesta Budaya Meja Panjang di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan dihadiri Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang, Sabtu (3/1). Dalam kegiatan hadir mendampingi Gubernur Kaltara, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kaltara […]

  • Krisis Ruang Kelas dan Kuota Belajar Jadi Sorotan Utama di Reses Dapil IV Palembang

    Krisis Ruang Kelas dan Kuota Belajar Jadi Sorotan Utama di Reses Dapil IV Palembang

    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Palembang Dapil IV yang meliputi wilayah Kecamatan Sako, Kalidoni, dan Sematang Borang digelar di Aula Kecamatan Sematang Borang, Kamis (23/4/2026). Forum yang mempertemukan legislator dengan para kepala sekolah ini mengungkap kondisi “darurat daya tampung” pendidikan, sekaligus memicu kemarahan dewan terkait keterwakilan instansi teknis. Dalam pertemuan tersebut, […]

  • Pengelolaan Museum Kota Tua Teluk Bayur Masih Menggantung

    Pengelolaan Museum Kota Tua Teluk Bayur Masih Menggantung

    • 0Komentar

    BERAU | BORNEO TERKINI – Rencana operasional Museum Kota Tua Teluk Bayur, Berau, terhenti. Pemerintah Kecamatan Teluk Bayur belum bisa bertindak karena menunggu pelimpahan wewenang resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau. Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, mengakui belum ada dasar administratif untuk mengambil alih pengelolaan museum. Kendati komunikasi telah dibangun, hingga Selasa […]

  • Kuliner Teras Janantara Dongkrak Aktivitas Ekonomi Lokal

    Kuliner Teras Janantara Dongkrak Aktivitas Ekonomi Lokal

    • 0Komentar

    PALEMBANG | BORNEO TERKINI – PT Pusri Palembang melalui Rumah BUMN Sumatera Selatan secara resmi membuka kawasan kuliner bernama Teras Jajanan Nusantara atau Teras Janantara, di halaman Kantor Rumah BUMN Sumsel, Jl. Urip Sumoharjo, Kompleks Pusri Sekojo No. 5 Palembang. Kawasan ini sudah beroperasi sejak awal tahun 2026 dan diresmikan pada Rabu (24/6/2026) Sebagai langkah […]

expand_less