Sekda Malinau: Investasi Wajib Berdampak Positif bagi Masyarakat
- account_circle (/Adv/)
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 158
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekda Malinau, Ernes Silvanus hadiri Konsultasi Publik di Laga Fratu Kantor Bupati. BORNEO TERKINI/Spesial
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALINAU | BORNEO TERKINI – Upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan transparan terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Malinau. Hal ini terlihat dari digelarnya kegiatan Konsultasi Publik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari proses penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Kegiatan ini difokuskan pada rencana operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Anea Agro Nusantara, yang akan berinvestasi di wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung di Ruang Laga Fratu Kantor Bupati pada Kamis (30/04/2026) ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menggandeng Dinas Lingkungan Hidup sebagai leading sector. Forum ini mengundang berbagai elemen kunci, mulai dari para Kepala Desa, pemangku adat, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi pemuda. Kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan bahwa setiap sudut pandang masyarakat dapat didengar dan dipertimbangkan sebelum proyek benar-benar dijalankan.
Dalam arahannya, Sekda Ernes menyoroti pentingnya paradigma baru dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat menyambut baik kehadiran investasi, namun tidak boleh mengorbankan keseimbangan ekosistem dan kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, kemajuan ekonomi harus sejalan dengan upaya pelestarian alam dan peningkatan kualitas hidup warga.
“Pembangunan harus dipandang sebagai upaya jangka panjang. Desa tidak boleh terus-menerus bergantung pada dana perantara. Masyarakat harus mulai mengembangkan potensi lokal dan aset desa agar memiliki pendapatan mandiri di masa depan,” tegas Ernes.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah. Selain itu, Ernes juga mengingatkan bahwa setiap peluang bisnis dan investasi pasti membawa risiko, baik dari sisi kerusakan lingkungan maupun potensi gesekan sosial. Oleh sebab itu, kajian mendalam melalui AMDAL menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk memitigasi segala kemungkinan yang merugikan.
Melalui forum dialog ini, masyarakat diberikan kebebasan penuh untuk menyampaikan aspirasi, ide, maupun kekhawatiran yang mereka rasakan. Partisipasi aktif ini dinilai sebagai kunci agar pembangunan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Pemerintah ingin memastikan bahwa proyek yang akan berjalan nantinya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, melainkan membawa dampak positif yang nyata.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani kepentingan antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat umum. Dengan adanya komunikasi yang intensif sejak tahap perencanaan, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dan saling menguntungkan. Akhirnya, seluruh masukan yang diperoleh hari ini akan diolah dan dimasukkan ke dalam dokumen AMDAL sebagai bahan pertimbangan utama. Tujuannya jelas, agar investasi ini kelak mampu menyerap tenaga kerja lokal, menggeliatkan ekonomi daerah, dan membawa kemajuan yang berkelanjutan bagi Kabupaten Malinau.
- Penulis: (/Adv/)
- Editor: (/ski */)







Saat ini belum ada komentar