Terbentuknya AMN di Berau Diapresiasi, Diskominfo Harap Tercipta Kompetisi Sehat
- account_circle (/rfy/)
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kadis Diskominfo Berau, H. Didi Rahmadi, S.Sos., MM., BORNEO TERKINI/Spesial Foto Red
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU | BORNEO TERKINI – Terbentuknya Asosiasi Media Nusantara (AMN) di Kabupaten Berau pada 25 April 2026 diapresiasi. Organisasi yang menghimpun pemilik media siber dan insan pers ini diharapkan mampu meningkatkan standarisasi kualitas jurnalistik serta membentuk ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, H. Didi Rahmadi, S.Sos., MM., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran asosiasi tersebut. Menurutnya, keberadaan wadah organisasi bagi insan pers akan memicu kompetisi yang sehat dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Dengan adanya Asosiasi Media Nusantara ini, kami berharap akan terjadi kompetisi yang sehat di antara teman-teman media. Hal ini tentu akan memberikan semakin banyak pilihan bagi pembaca, pemirsa, dan pengikut,” ujarnya kepada wartawan, Senin (04/05/2026).
Didi menjelaskan, persaingan yang sehat memungkinkan masyarakat untuk membandingkan berbagai informasi yang beredar sehingga mampu menilai mana berita yang valid dan berkualitas. Hal ini menjadi indikator penting bagi pembangunan ekosistem pemberitaan yang baik.
“Kami sangat berharap teman-teman dapat memberikan informasi yang lebih baik, lebih berkualitas, validasinya terjaga, termasuk idealismenya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Didi juga memberikan sejumlah masukan konstruktif bagi pengurus dan anggota AMN. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga independensi dan idealisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Saran kami yang paling penting adalah independensi teman-teman sekalian, termasuk idealismenya. Kualitas berita akan semakin valid apabila semakin banyak pemilik media yang bergabung dan menjaga prinsip tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, ada catatan penting terkait teknis pemberitaan. Kepala Diskominfo berharap para jurnalis dapat menghindari pemberitaan yang tidak berimbang atau hanya mengangkat satu sisi cerita saja.
“Kritikan atau masukan kami, barangkali selama ini kadang-kadang informasi yang dibuat masih kurang berimbang, hanya mengutip satu sisi saja. Kami berharap nanti prinsip balancing atau keseimbangan benar-benar diterapkan di setiap pemberitaan,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya AMN, pemerintah daerah berharap sinergi antara institusi pemerintah dan insan pers dapat semakin erat demi kemajuan informasi di Kabupaten Berau.
- Penulis: (/rfy/)
- Editor: (/red/ski */)







Saat ini belum ada komentar