Herman Deru Lantik Pengurus PaSKI Tekankan Etika dan Profesionalisme
- account_circle (/Amd/)
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gub SumSel Herman Deru bersama Wagub Cik Ujang hadiri pelantikan PaSKI. BORNEO TERKINI/Ahmad Safe'i
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALEMBANG | BORNEO TERKINI – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Sumsel dan Koordinator Wilayah PaSKI se-Sumsel untuk periode 2026–2030. Acara berlangsung di Griya Agung Palembang, Kamis (14/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya peran organisasi ini untuk melahirkan para komedian yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menjunjung tinggi etika.
Gubernur menilai keberadaan PaSKI Sumsel memiliki peran strategis dalam mengembangkan kreativitas serta membentuk karakter komedian agar semakin profesional dan mandiri. Ia pun menyampaikan rasa bangganya terhadap eksistensi organisasi yang mampu membangun anggotanya menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat.
“Saya bangga sekali. Organisasi ini membangun anggotanya menjadi pribadi mandiri. Komedian harus mampu memahami karakter masyarakat di setiap daerah karena selera humor memiliki perbedaan sesuai budaya dan lingkungan masing-masing. Kadang yang lucu di Empat Lawang belum tentu lucu di Palembang, begitu juga yang lucu di Lahat belum tentu lucu di Ogan Ilir,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Lebih lanjut, Gubernur Herman Deru menyampaikan empat pesan utama agar para komedian mampu bertahan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Keempat hal tersebut meliputi kemampuan artikulasi yang baik, penguasaan intonasi suara, penguatan narasi materi, serta pengaturan durasi penampilan yang pas.
“Kalau terlalu lama, orang juga bosan. Jadi durasi itu penting,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar citra komedi di mata masyarakat berubah sepenuhnya. Dulu, komedian sering disamakan dengan aksi konyol atau digambarkan seolah tidak berilmu. Namun kini, pelaku seni komedi wajib memperkaya wawasan dan peka terhadap situasi sosial yang ada di tengah masyarakat.
“Dulu komedian identik dengan aksi dan tingkah seolah-olah menjadi orang yang tidak pintar. Sekarang komedian harus update dengan kondisi lapangan. Banyak mendengar, melihat, dan membaca guna memperkaya materi humor yang cerdas dan mendidik tanpa merendahkan pihak lain,” tambahnya.
- Penulis: (/Amd/)
- Editor: (/red/ski*/)







Saat ini belum ada komentar