Wakil Bupati: Songket Dititipkan di Toko Pempek
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian bersama pihak PLN dan perajin songket saat penyerahan bantuan di Desa Merah Mato, Rabu (9/9). (BORNEO TERKINI/Foto: Asf)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANYUASIN | BORNEO TERKINI – PT PLN UIP3B Sumatera UPT Palembang menyerahkan bantuan peralatan dan pelatihan kepada perajin kain songket di Desa Merah Mato, Kecamatan Banyuasin I, Rabu (9/9). Langkah ini untuk menyelamatkan warisan budaya yang jumlah pengrajinnya terus menurun.
General Manager PLN Elvanto Yanuar Ikhsan menyatakan, kain songket adalah identitas budaya yang harus dijaga. Melalui program TJSL didampingi ISSF, PLN tidak hanya memberi alat, tetapi juga pelatihan hingga cara pemasaran agar keberadaan perajin dan songket tetap terjaga.
Manager PLN Yurian menambahkan, pihaknya berkomitmen memberdayakan wanita pengrajin. PLN juga akan mempromosikan songket lewat media sosial dan membuatkan situs web agar produk ini bersaing hingga pasar internasional.
Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian menyambut baik bantuan tersebut. Ia punya ide cerdas: menitipkan produk songket di toko-toko pempek dan kopi khas Palembang yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.
“Orang datang ke Palembang membeli pempek dan kopi. Kenapa tidak sekadar membeli songket? Pemerintah akan bantu fasilitasi ini agar produksi perajin lebih laku,” ujarnya.
- Penulis: (/Asf/)
- Editor: (/Red/)





Saat ini belum ada komentar