Buka Festival Dayak Kenyah Temengang Iwan, Gubernur Kaltara Pesankan Hal Ini kepada Generasi Muda
- account_circle (/Adv/)
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Festival Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan di Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas. BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTARA | BORNEO TERKINI – Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang secara resmi membuka Festival Budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan di Lapangan Sepak Bola Desa Teras Baru, Kecamatan Tanjung Palas, Selasa (30/6/2026). Acara yang diiringi irama musik tradisional, tarian adat, serta warna‑warni busana khas ini bertujuan menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya leluhur, memperkenalkan identitas Dayak Kenyah ke khalayak luas, sekaligus mengembangkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal di wilayah setempat.
Pembukaan berlangsung penuh semangat dan dihadiri ratusan warga serta tokoh adat. Seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan festival berjalan berkat kerja sama dan gotong royong masyarakat Dayak Kenyah Temengang Iwan bersama berbagai pihak terkait. Atas usaha bersama itu, Gubernur Zainal A. Paliwang menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan setiap tarian, pakaian adat, dan tradisi yang ditampilkan bukan sekadar pertunjukan seni semata. Di balik setiap gerak dan corak busana tersimpan nilai sejarah luhur, semangat kebersamaan, serta pola hubungan harmonis yang telah lama dijaga masyarakat adat dengan alam sekitarnya.
“Melalui pagelaran seni dan budaya ini, kita sedang menceritakan jati diri masyarakat Dayak Kenyah Temengang Iwan kepada generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujar Gubernur Zainal di hadapan para hadirin.
Ia menekankan peran sentral generasi muda dalam keberlangsungan budaya tersebut. Kaum muda diharapkan tidak hanya berposisi sebagai penonton, melainkan ikut berperan aktif sebagai pewaris sah yang senantiasa menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan tradisi leluhur agar tidak punah ditelan zaman.
Lebih jauh, Gubernur memandang kekayaan budaya Dayak secara keseluruhan merupakan modal besar bagi Kalimantan Utara. Selain berfungsi mempererat tali persatuan antarwarga, kekayaan itu juga menjadi landasan kuat untuk mengembangkan sektor pariwisata yang berakar pada budaya dan kearifan lokal setempat.
Apabila dikelola dan dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan, festival budaya semacam ini dinilai akan tumbuh menjadi daya tarik wisata andalan. Dampak positifnya tidak hanya terasa dari sisi pelestarian adat, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, tanpa sedikit pun menghilangkan nilai‑nilari luhur warisan para leluhur.
Menutup sambutan, Gubernur mengajak seluruh peserta, panitia, dan masyarakat umum untuk senantiasa menjaga suasana festival berjalan aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan.
“Dengan kebersamaan, kita tunjukkan kepada dunia bahwa budaya Dayak Kenyah Temengang Iwan adalah warisan luhur yang tetap hidup, terbuka bagi siapa saja, dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Utara,” pungkasnya.
- Penulis: (/Adv/)
- Editor: (/Red/)







Saat ini belum ada komentar