Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Pengelolaan Sampah Perlu Kolaborasi, DLH Minta Peran Aktif Lurah dan Camat

Pengelolaan Sampah Perlu Kolaborasi, DLH Minta Peran Aktif Lurah dan Camat

  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 313
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berdasarkan edaran Wali Kota Balikpapan, setiap Kelurahan diwajibkan membentuk minimal enam bank sampah unit, sebagai upaya mencapai target pengurangan sampah hingga 50 persen di sumber.

Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi tanggung jawab Lurah dan Camat, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 4 Tahun 2022, mulai dari sosialisasi, pembentukan bank sampah, pembinaan, penyediaan sarana prasarana, sampai pengusulan insentif.

Sudirman Djayaleksana menambahkan, DLH berperan pada pengelolaan kawasan perkotaan, meliputi pengangkutan sampah dari TPS, pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga pengangkutan akhir ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kalau DLH juga harus mengurus bank sampah unit di 34 Kelurahan masing-masing enam unit  ‘itu tidak mungkin’.  Hulu dikelola Kelurahan dan Kecamatan, DLH berada di bagian tengah dan hilir,” tegasnya.

Terkait dukungan anggaran, Sudirman Djayaleksana menyebutkan pengusulan insentif maupun sarana pendukung pengelolaan lingkungan dapat diajukan melalui Musrenbang Kecamatan, sejalan dengan program Kelurahan Madani yang telah diatur dalam regulasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sudirman Djayaleksana, lanjut mengatakan bahwa pentingnya peran Lurah sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengingat Kelurahan merupakan struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Lurah harus tahu kebutuhan warganya. Apakah perlu gerobak sampah, Komposter, atau sarana lain. Kalau semua bergerak dari Kelurahan, umur pakai TPA bisa kita perpanjang,” ujarnya.

Program sedekah sampah serta pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga terus didorong. Yang menurutnya, sampah organik berpotensi diolah langsung di sumber dan mampu mengurangi timbulan sampah hingga 48 persen.

“Memang tantangan kita saat ini ada di hilirisasi karena industri pengolahan sampah masih terbatas dan banyak berada di Jawa. Namun, jika pengelolaan sampah organik berjalan optimal, pengurangan sampah dari sumber bisa sangat signifikan,” tandasnya.

  • Penulis: (*/ariel)
  • Editor: (/redaktur/)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Baca lainnya

  • Kelompok Tani Adukan Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PT. SBE ke DPRD

    Kelompok Tani Adukan Dugaan Penyerobotan Lahan oleh PT. SBE ke DPRD

    • 0Komentar

    Kuasa Hukum, Kelompok Tani , Hipas Purba, mengatakan dugaan penyerobotan lahan Tani oleh PT. SBE seluas 664 hektar. “Hal ini telah berlangsung lama, berkisar 20 tahun dan belum ada penyelesaian,” ujarnya. Di mana di dalam surat hak kepemilikan kelompok tani iyalah benar – benar murni atau Sah, dari pemerintahan setempat. Rapat hearing yang berlangsung hari […]

  • Ditersangkakan Polda Kaltara Oknum Anggota DPRD Bulungan Gunakan Ijazah Palsu

    Ditersangkakan Polda Kaltara Oknum Anggota DPRD Bulungan Gunakan Ijazah Palsu

    • 0Komentar

    “Untuk sementara tidak dilakukan penahanan, karena rumah dan keberadaan yang bersangkutan jelas,”jelasnya. Dalam perkara ini, LL yang berusia 46 tahun diduga menggunakan ijazah palsu Paket C saat mendaftar sebagai calon anggota DPRD Bulungan pada Pemilihan Umum 2024. Dengan dokumen tersebut, LL dinyatakan memenuhi syarat pencalonan dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD untuk periode 2024—2029. Polda […]

  • KSMI Ogan Ilir Targetkan Atlet Berbakat

    KSMI Ogan Ilir Targetkan Atlet Berbakat

    • 0Komentar

    Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Masjid dan Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan, Tadjuddin Idris menyampaikan dukungan penuh terhadap perkembangan mini soccer di daerah ini. Ia menilai pelantikan KSMI Ogan Ilir menjadi momentum positif, mengingat ini adalah pembentukan kepengurusan kedua di Sumatera Selatan setelah Kota Palembang. “KSMI Ogan Ilir ini merupakan pelantikan kedua di Sumsel. Hal […]

  • Bung Capluk Now: Drama “Wartawan Bodrek” Berita Tayang, Hapus, Niatnya Apa?

    Bung Capluk Now: Drama “Wartawan Bodrek” Berita Tayang, Hapus, Niatnya Apa?

    • 0Komentar

    Yadi Hendriana, yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, menegaskan posisi tegas terkait kasus ini. Oknum tersebut diketahui tidak terdaftar sama sekali di data resmi Dewan Pers dan hanya beroperasi di medianya sendiri. Meskipun media daring yang menaungi oknum tersebut memiliki badan hukum, namun media itu belum terverifikasi oleh […]

  • Jaga Estetika Kota, Satpol PP Bulungan Amankan Kayu Illagal di Jalan Sabanar Lama

    Jaga Estetika Kota, Satpol PP Bulungan Amankan Kayu Ilegal di Jalan Sabanar Lama

    • 0Komentar

    Menurut Wilson, penempatan barang atau material di bahu jalan dan area umum tanpa izin resmi merupakan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum. “Barang-barang tersebut saat ini sudah kita bawa dan disimpan di kantor Satpol PP dan PMK Bulungan di Jalan Kolonel Soetadji,” jelasnya. Ia berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi warga. Wilson mengingatkan […]

  • Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Hibah dari Italia

    Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Hibah dari Italia

    • 0Komentar

    Rico Ricardo Sirait berharap penggunaan kapal induk tersebut nantinya akan memudahkan penanganan bencana di daerah. Dia menegaskan kapal induk itu akan diperuntukkan untuk bantuan kemanusiaan. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI pada 5 Oktober […]

expand_less