9 Program Prioritas Diajukan, UMKM Kaltara Siap Dorong Ekonomi Daerah
- account_circle (//rfy/- Adv/)
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pertemuan Gubernur Kaltara dengan Wamen UMKM di Jakarta. BORNEO TERKINI/Foto: dkisp Kaltara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA | BORNEO TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus bergerak memperkuat tumpuan ekonomi masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah nyata diambil Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat bertemu Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (22/6).
Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyamakan visi dan menyampaikan kebutuhan riil daerah agar sektor UMKM di Kaltara bisa tumbuh lebih pesat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati, S.H., serta pejabat utama Pemprov Kaltara, yaitu Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Sapi’i, S.T., M.A.P., Kepala Disperindagkop Kaltara Edy Suharto, S.Sos., M.T., dan Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si.
Data terbaru menunjukkan, saat ini terdapat 51.840 unit UMKM yang berkontribusi sebesar 5,51 persen setiap tahun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara. Angka ini menunjukkan potensi besar, namun di sisi lain masih terganjal berbagai kendala. Di antaranya kualitas dan daya saing produk yang perlu ditingkatkan, akses permodalan serta pemasaran yang terbatas, hingga minimnya sarana pendukung dan pengolahan hasil produksi.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Zainal mengajukan dukungan anggaran pusat untuk membiayai sembilan program prioritas yang dirancang khusus mengatasi tantangan tersebut. Program tersebut meliputi sertifikasi halal, pelatihan kewirausahaan, pertemuan bisnis dengan lembaga keuangan, bantuan alat produksi, pendampingan usaha, pembangunan Plaza UMKM, fasilitasi promosi, penguatan Rumah Kemasan, serta dukungan bagi Galeri Dekranasda.
“Kami telah merumuskan langkah strategis agar UMKM di Bumi Benuanta semakin tangguh dan mandiri. Dukungan dari pemerintah pusat menjadi kunci agar target ini bisa tercapai tepat waktu,” ungkap Gubernur.
Implementasi kesembilan program ini diproyeksikan mampu mendongkrak perputaran ekonomi daerah hingga Rp102 miliar per tahun. Selain itu, target konkret yang ingin dicapai meliputi pembukaan 500 hingga 1.000 lapangan kerja baru, lahirnya 50 produk unggulan siap ekspor, perolehan 240 sertifikat halal, pendaftaran 200 hak kekayaan intelektual, serta peningkatan kelas bagi 1.000 UMKM dan masuknya 300 pelaku usaha ke jaringan pasar modern dan digital.
- Penulis: (//rfy/- Adv/)
- Editor: (/red/)






Saat ini belum ada komentar