Lestarikan Mangrove, Pemprov Kaltara Kick-Off Forest Programme VI
- account_circle (/Adv/)
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rapat perdana dan sosialisasi pelaksanaan Forest Programme VI di Hotel Luminor Kaltara. BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTARA | BORNEO TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menggelar rapat perdana dan sosialisasi pelaksanaan Forest Programme VI di Hotel Luminor, Selasa (30/6). Kegiatan ini wujud komitmen daerah memperkuat perlindungan serta pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Acara dibuka Taufik Hidayat selaku perwakilan Gubernur Kaltara. Ia menyampaikan program ini ditujukan untuk perlindungan, konservasi dan pemulihan ekosistem hutan bakau, dengan wilayah sasaran utama Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.
Keberhasilan program, kata Taufik, sangat bergantung pada sinergi dan komitmen seluruh pihak terkait.
“Sinergi kuat menjadi landasan menjaga kelestarian mangrove sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Dijelaskan, Kaltara menempati posisi strategis dalam pembangunan berkelanjutan karena sebagian besar wilayahnya masih berupa kawasan hutan. Kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama agar sumber daya alam tetap terjaga bagi generasi kini maupun mendatang.
Hutan di daerah ini dinilai bukan sekadar aset daerah, melainkan juga aset nasional dan global. Fungsinya mencakup penyerap karbon, menjaga keanekaragaman hayati, mengatur tata air, hingga menjadi sumber penghidupan warga sekitar.
Meski demikian, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi. Antara lain degradasi lahan, dampak perubahan iklim, tekanan pemanfaatan sumber daya alam, serta kebutuhan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Karena itu, diperlukan pola pembangunan yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara serasi. Pemerintah provinsi berjanji akan terus mendukung lewat penguatan kebijakan, koordinasi lintas sektor dan kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaan program berjalan optimal.
“Dengan semangat kolaborasi, inovasi dan prinsip keberlanjutan, saya optimis hutan lestari, masyarakat mandiri dan pembangunan berkeadilan dapat terwujud,” pungkas Taufik.
Rapat perdana turut hadir Nikolas Nugroho Surjobasuindro dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Utara Nur Laila.
- Penulis: (/Adv/)
- Editor: (/Red/)







Saat ini belum ada komentar