Demo Ricuh Depan Kantor Gubernur Kaltim, Massa Tuntut Rudy Mas’ud Mundur
- account_circle (/jya/)
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 149
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi: Puluhan aksi demonstrasi ricuh di depan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa 21 April 2026. BORNEO TERKINI/Ahmad Safe'i
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Situasi mulai memanas ketika massa berusaha menjebol kawat berduri dan merangsek masuk ke area pagar kantor gubernur, sehingga terjadi adu dorong dengan aparat keamanan. Sekitar pukul 17.54 WITA, petugas mulai menghimbau massa untuk membubarkan diri, namun permintaan tersebut ditolak.
Aksi kemudian berubah menjadi ricuh sekitar pukul 18.14 WITA. Massa melakukan pelemparan menggunakan gelas, botol air mineral, dan benda keras lainnya ke arah petugas. Sebagai tanggapan, aparat dari Sabhara dan Brimob melakukan penanganan untuk mengamankan situasi. Massa didesak menjauh dari depan kantor gubernur dan terpecah menjadi beberapa kelompok di sekitar jalan Gajah Mada, gedung Bank Indonesia, dan kantor pos.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian massa masih terlihat bertahan di sekitar lokasi dan aksi pelemparan masih terjadi. Aparat terus berupaya meredakan situasi dan mengimbau massa untuk membubarkan diri dengan damai.
Sementara itu, Jenderal Lapangan Aliansi Rakyat Kaltim, Faturahman, menegaskan bahwa tuntutan mereka harus dipenuhi secara nyata, bukan hanya sekadar kesepakatan dokumen. Ia juga meminta DPRD Kaltim segera menindaklanjuti pakta integritas yang telah disepakati, termasuk melakukan audit terhadap jajaran yang memiliki keterkaitan keluarga atau kerabat dengan gubernur serta menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
Gubernur Rudy Mas’ud memilih untuk tidak memberikan komentar langsung kepada awak media terkait tuntutan massa aksi. Setelah massa dipukul mundur oleh petugas, gubernur terlihat meninggalkan kantor dengan pengawalan ketat Satpol PP menuju kediaman dinas.
- Penulis: (/jya/)
- Editor: (/ski */)



Saat ini belum ada komentar