Inovatif, Bank Sampah Lebak Jaya 3 Olah Limbah Jadi Ketahanan Pangan dan Ekonomi
- account_circle (/Amd/)
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa (tengah) hadiri pengelolaan Bank Sampah di Desa Qur’an Lebak Jaya 3. BORNEO TERKINI/Ahmad Safe'i
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Palembang menyerahkan bantuan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional bank sampah tersebut. Bantuan yang diserahkan meliputi satu unit kendaraan Kaisar, mesin pencacah sampah organik, mesin pencacah plastik, 10 unit wadah sampah, bantuan pembibitan ikan gurami, ternak bebek, hingga dukungan perluasan kolam retensi air.
Perwakilan Pemkot Palembang menjelaskan, langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah mendukung setiap kelompok masyarakat yang peduli terhadap lingkungan hidup.
“Pemerintah hadir di setiap entitas masyarakat yang peduli lingkungan, salah satunya bank sampah ini. Hari ini Wali Kota menyerahkan bantuan sarana prasarana agar operasional mereka semakin lancar dan berkembang,” ungkap perwakilan pemerintah daerah tersebut.
Hingga saat ini, tercatat ada 99 unit bank sampah yang beroperasi di seluruh wilayah Kota Palembang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 bank sampah telah melalui proses verifikasi dan menerima bantuan secara simbolis. Penyaluran bantuan selanjutnya akan dilakukan melalui kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan.
Pemkot juga menargetkan pertumbuhan jumlah dan kualitas layanan bank sampah agar semakin merata di tengah masyarakat. “Semakin lama, bank sampah ini harus semakin tumbuh dan hadir lebih luas, karena ini adalah wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” lanjutnya.
Sementara itu, pengelola Bank Sampah Desa Qur’an Lebak Jaya 3 menjelaskan bahwa tempat ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan bank sampah lain. Bank sampah ini disebut satu-satunya di Palembang yang seluruh operasionalnya berbasis pada pengelolaan sampah organik. Selain pengolahan limbah, lembaga ini juga menjalankan program pendidikan lingkungan dan ketahanan pangan bagi warga sekitar.
Kapasitas pengelolaan sampah plastik di tempat ini telah mencapai 7 ton per bulan, di mana hasil pengolahannya dimanfaatkan kembali untuk mendukung program sosial dan layanan operasional yang diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat. Ke depannya, pengelola menargetkan mampu mengolah sampah rumah tangga hingga 5 ton per hari, seiring bertambahnya kapasitas dan sarana pendukung yang tersedia.
- Penulis: (/Amd/)
- Editor: (/red/ski*/)




Saat ini belum ada komentar