Demo Ricuh Depan Kantor Gubernur Kaltim, Massa Tuntut Rudy Mas’ud Mundur
- account_circle (/jya/)
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 148
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi: Puluhan aksi demonstrasi ricuh di depan kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa 21 April 2026. BORNEO TERKINI/Ahmad Safe'i
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAMARINDA | BORNEO TERKINI – Aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda, pada Selasa, 21 April 2026 berakhir ricuh. Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, organisasi masyarakat, dan masyarakat adat menuntut sejumlah hal, termasuk pengunduran diri Gubernur Rudy Mas’ud serta audit terhadap kebijakan dan anggaran Pemprov Kaltim.
Aksi yang diprakarsai oleh Aliansi Rakyat Kaltim ini dimulai sejak siang hari. Massa membawa spanduk dan poster dengan berbagai tuntutan, antara lain audit seluruh kegiatan Pemprov Kaltim, penghentian praktik politik dinasti, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, mereka juga menyoroti pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar dan rencana renovasi rumah jabatan sebesar Rp 25 miliar yang dinilai tidak mendesak.
Koordinator lapangan sekaligus humas Aliansi Rakyat Kaltim, Lukman Nil Hakim, menyatakan bahwa massa tidak mendapat sambutan yang baik saat tiba di lokasi. Pemasangan kawat berduri dan penjagaan ketat dinilai mencerminkan sikap pemerintah yang tidak terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
“Kami ingin Gubernur turun langsung dan bertanggung jawab. Dia sudah kehilangan legitimasi dari rakyat,” ujarnya.
Massa sejak awal menantikan kehadiran Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji yang dikabarkan berada di dalam kantor. Namun, hingga petang hari, kedua pejabat tersebut tidak muncul menemui massa. Sebelumnya, Rudy sempat menyatakan akan berkantor seperti biasa namun menolak menjamin akan menemui pendemo, menyatakan hal itu tergantung kondisi di lapangan.
- Penulis: (/jya/)
- Editor: (/ski */)



Saat ini belum ada komentar