Krisis Ruang Kelas dan Kuota Belajar Jadi Sorotan Utama di Reses Dapil IV Palembang
- account_circle (/amd/)
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Reses Anggota DPRD Kota Palembang Dapil IV. BORNEO TERKINI/Foto Ahmad Safe'
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Senada, Zulfikar Muharrami, Anggota DPRD lainnya, menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas utama legislatif. Pihaknya berkomitmen mendorong penuh usulan penambahan ruang kelas baru guna mengatasi krisis sistem zonasi yang selama ini menyulitkan warga.
Namun, suasana diskusi sempat memanas saat Zulfikar meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kualitas perwakilan Dinas Pendidikan Kota Palembang yang hadir. Menurutnya, hal serupa juga terjadi pada sesi reses pagi hari sebelumnya di wilayah Sako.
Dewan menilai instansi terkait meremehkan forum resmi dengan hanya mengutus staf biasa yang tidak memiliki wewenang pengambilan keputusan maupun kapasitas untuk memberikan solusi teknis.
“Kami merasa tidak dihargai. Padahal yang hadir di sini adalah para kepala sekolah. Seharusnya Dinas Pendidikan menghadirkan orang yang berkompeten. Kehadiran staf yang tidak mampu menjawab kebutuhan ini merupakan bentuk pengabaian terhadap marwah institusi dan kepentingan masyarakat,” tegas Zulfikar.
Akibatnya, forum yang bertujuan mencari solusi konkret justru terhambat oleh birokrasi yang dinilai tidak responsif. Kekecewaan ini menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kota Palembang. DPRD Dapil IV mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap etika koordinasi antar dinas agar lebih menghargai ruang dialog demi kemajuan pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUPR, Perkimtan, Tenaga Kerja, Kesehatan, LH, Koperasi dan UKM, Direktur Utama Perumda Tirta Musi, serta jajaran Camat dan Lurah se-wilayah kerja Dapil IV.
- Penulis: (/amd/)
- Editor: (/ski */)



Saat ini belum ada komentar