Pasokan BBM Minim SPBU Malinau Hanya Buka Sampai Siang Hari
- account_circle Redaktur
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keluhan kurangnya pasokan BBM mulai terdengar nyata masyarakat belakangan ini dengan frekuensi penutupan SPBU yang terjadi lebih cepat setiap harinya. BORNEO TERKINI/Spesial foto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut informasi yang dihimpun, penurunan pasokan ini diduga karena kendala distribusi. Jalur transportasi menuju Malinau yang cukup sulit dan keterbatasan armada pengangkut menjadi penyebab utama tidak terpenuhinya kebutuhan harian SPBU. Di sisi lain, tingginya permintaan pasar membuat jalur distribusi tidak mampu mengimbangi kebutuhan yang ada. Hal inilah yang kemudian membuka peluang besar bagi peredaran BBM ilegal atau pom mini yang mendapatkan pasokan dari jalur distribusi yang tidak resmi namun lebih cepat sampai.
Warga mengaku terpaksa membeli BBM di pom mini atau eceran botol dengan harga berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter, padahal harga resmi di SPBU hanya di kisaran Rp10.000-an per liter untuk Pertalite dan Rp12.300 per liter untuk Pertamax.
“Saya harus beli di pinggir jalan karena kalau menunggu SPBU buka sampai sore tidak mungkin, sudah tutup jam 2 siang. Rugi memang harganya lebih mahal, tapi ini satu-satunya jalan,” ujar Arif Surya, seorang pengemudi ojek setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU setempat berharap adanya penambahan kuota pasokan dari pusat agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan baik dan peredaran BBM diduga ilegal dapat diminimalkan. Pihak berwenang pun diminta untuk segera menindaklanjuti situasi ini demi stabilitas harga dan ketersediaan energi di daerah.
- Penulis: Redaktur






Saat ini belum ada komentar