Dua Penghargaan Nasional Ekonomi Syariah Diraih Kaltara
- account_circle (/Adv/)
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang bersama pejabat berfoto usai menerima dua penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026 di Jakarta. (BORNEO TERKINI/Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA | BORNEO TERKINI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meraih dua penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (6/7). Penghargaan ini menjadi pengakuan nasional atas upaya daerah dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Dua kategori yang dimenangkan yaitu Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta The New Emerging Sharia Economic Region. Penghargaan diserahkan kepada Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Iskandar, di Auditorium Bank Mega.
Anugerah Adinata Syariah diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah bekerja sama dengan CNN Indonesia, sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang mendorong kemajuan sektor ekonomi syariah.
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyampaikan kinerja keuangan syariah nasional terus tumbuh positif. Hingga Maret 2026, total aset mencapai Rp10.542 triliun, tumbuh 10,6 persen secara tahunan atau melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 10 persen.
Angka ini juga melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, dengan rasio aset terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 52 persen dari target yang ditetapkan 45,38 persen.
“Semoga penghargaan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi syariah di seluruh daerah,” ujarnya.
Bagi Pemprov Kaltara, capaian ini membuktikan konsistensi pelaksanaan kebijakan sesuai Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia 2025–2029. Ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat program percepatan sertifikasi halal bagi UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi instrumen keuangan sosial guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis: (/Adv/)
- Editor: (/Red/)







Saat ini belum ada komentar